
MALUKU INDOMEDIA.COM, AMBON— Warga Dusun Wara, Kelurahan Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon digemparkan pada Selasa siang setelah seorang pelajar (RAP) berusia 16 tahun, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung menggunakan seutas dasi SMA sepanjang sekitar tiga meter di pintu hall ruang tamu rumahnya.
Peristiwa tragis ini terjadi sekitar 11.30 WIT dan langsung mengundang kehadiran aparat Polsek Sirimau dan Polresta Ambon.
Ditemukan Ayah Kandung, Rumah Terkunci dari Dalam
Ayah korban, SD(62), pulang ke rumah setelah mengantar anaknya yang lain ke kampus. Rumah terkunci dan panggilan kepada istri serta anaknya tak dijawab. Ia kemudian membuka jendela samping dan melihat RAP sudah dalam keadaan tergantung.
Ia memutus lilitan dasi menggunakan pisau dan meminta pertolongan warga.
Warga: Korban Sudah Tak Bernyawa Saat Ditemukan
Saksi Handayani Popalia (33) mendatangi lokasi setelah diberi tahu tetangga bahwa ada warga diduga gantung diri. Saat tiba, korban sudah tergeletak di lantai dengan dasi masih melilit leher dan dalam keadaan tidak bernyawa. Ia langsung menghubungi pihak kepolisian.
Rekan sekolah korban, Ikram Ultah (16), mengaku sempat melakukan panggilan video karena korban tidak hadir di sekolah. Korban mengatakan dirinya terkunci dari dalam rumah.
Polisi Temukan Catatan Tangan di TKP
Tim Polsek Sirimau yang dipimpin Wakapolsek IPDA Zaenal, S.H. tiba pukul 12.15 WIT, disusul tim identifikasi Polresta Ambon yang dipimpin IPDA Arnold Sihombing, S.H.
Polisi:
Mengamankan TKP, Memasang police line, Mengumpulkan keterangan saksi, Mengarahkan keluarga membuat surat penolakan otopsi di lokasi, polisi menemukan secari kertas bertuliskan pesan terakhir korban:
“Mama atau Bapa tolong buka beta HP trus bacakan dengan hati dalam hati.”
— Ttd. RAP
Temuan ini memperkuat dugaan awal korban mengakhiri hidupnya sendiri.
Konfirmasi Resmi dari Polresta Ambon
Kasi Humas Polresta Pulau Ambon, IPDA Janet Luhukay, saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.
Menurutnya, hasil pemeriksaan awal tidak menunjukkan tanda-tanda kekerasan dan keluarga telah menolak otopsi.
“Benar, anggota kami sudah berada di TKP. Tidak ditemukan tanda kekerasan, dan keluarga menolak dilakukan otopsi,” ujar IPDA Luhukay
Keluarga Mengikhlaskan, Jenazah Tidak Dibawa ke RS
Pihak keluarga menyampaikan telah mengikhlaskan kepergia Ragil dan menolak jenazah dibawa ke rumah sakit atau menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut.
Tekanan Mental Pada Remaja
Kasus ini menjadi pengingat bahwa tekanan mental pada remaja sering tidak terlihat dan jarang terdeteksi oleh keluarga maupun lingkungan.
MalukuIndoMedia.com mengimbau masyarakat untuk lebih peka terhadap kondisi psikologis anak dan remaja di sekitar kita. (MIM-MDO)






