
MALUKU INDOMEDIA.COM, AMBON— Di tengah tantangan sosial-ekonomi yang masih dirasakan warga perkotaan, aksi nyata kembali ditunjukkan melalui program Tali Kasih Natal 98 Resolution Network di Kota Ambon. Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi representasi kehadiran negara dan solidaritas lintas sektor menjelang Natal dan Tahun Baru 2025.
Program yang digelar serentak di sejumlah daerah ini menghadirkan pembagian 3.000 paket sembako, terdiri dari 2.000 paket bantuan Presiden RI dan 1.000 paket dari Pelindo, khusus untuk warga rentan dan kurang mampu di Kota Ambon. Distribusi dilakukan berbasis data relawan dan tersebar di 22 desa/kelurahan, memastikan bantuan tepat sasaran.
Acara dihadiri sejumlah tokoh nasional dan daerah, di antaranya Komisaris BRI Insurance Wahab Talaohu, Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara Ngatolaila, pengusaha nasional Jaqueline Margareth Sahetapy, Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Putranto Gatot Sri Handoyo, Kapolda Maluku Irjen Pol. Dadang Hartanto, Wakil Ketua Sinode GPM Pdt. Ricardo A. Rikuma, serta perwakilan unsur Forkopimda Maluku. Kehadiran mereka menegaskan kolaborasi negara, gereja, TNI-Polri, dunia usaha, dan masyarakat sipil.
Dengan mengusung tema “Warga Peduli Warga”, kegiatan ini menekankan nilai transformasi sosial—bahwa solidaritas bukan hanya wacana, melainkan tindakan konkret. “Ini bukan soal jumlah bantuan, tapi tentang keberpihakan dan empati. Negara hadir melalui kerja bersama,” pesan yang mengemuka dalam rangkaian acara.

Menariknya, kegiatan juga diawali dengan doa dan penghormatan bagi saudara-saudari di Sumatera yang tengah dilanda bencana alam, menegaskan bahwa Natal adalah momentum refleksi dan kepedulian lintas batas geografis.
98 Resolution Network sebagai pelaksana kegiatan menegaskan komitmennya untuk terus mendorong aksi-aksi sosial yang berkelanjutan dan berdampak langsung. Ambon menjadi salah satu titik penting dalam gerakan nasional ini, sejajar dengan Manado, Kupang, dan Bekasi.
Di saat banyak janji sosial berhenti di podium, Tali Kasih Natal membuktikan bahwa kolaborasi yang terorganisir mampu menghadirkan perubahan nyata—sunyi, namun mengena. Dari Ambon, pesan itu menggema: solidaritas adalah kekuatan, dan Natal adalah tentang berbagi harapan. (MIM-MDO)






