
MALUKU INDOMEDIA.COM, AMBON– Anggota Komisi III DPRD Provinsi Maluku Richard Rahakbauw, mengeluarkan pernyataan keras. Ia mendesak Polda Maluku untuk segera mengambil langkah keamanan luar biasa, bukan sekadar respons biasa.
Hal ini berawal dari kasus pembacokan terhadap seorang pemuda asal SBT, di mana hingga kini pelakunya belum ditemukan. Ketiadaan kepastian hukum dalam kasus ini menjadi pemicu utama memanasnya situasi antar kelompok pemuda.
“Ini sudah masuk kategori darurat sosial. Polda Maluku harus bergerak cepat dengan langkah persuasif dan pengamanan ketat. Jangan biarkan situasi membakar wilayah ini lebih luas. Ini soal nyawa, soal keamanan publik,” tegas Rahakbauw, Jumat (28/11/2025).
Ia menekankan agar aparat tidak hanya fokus pada pembubaran massa, tetapi juga menangani akar masalah, yakni mempercepat penangkapan pelaku pembacokan yang memicu konflik.
“Kasus awalnya jelas: ada korban pembacokan dan pelaku belum tertangkap. Selama itu belum selesai, potensi balas dendam akan terus ada. Polda harus prioritaskan penangkapan pelaku dan jamin keselamatan warga,” tambahnya.
Dengan kondisi yang terjadi, warga diimbau tetap menahan diri, jangan terpancing dengan isu-isu yang beredar dan tidak terpancing isu liar yang berpotensi memperkeruh keadaan. (MIM-MDO)







