
MALUKU INDOMEDIA.COM, BURU SELATAN— Suasana tenang di Desa Waisili, Kecamatan Waesama, Kabupaten Buru Selatan, mendadak berubah mencekam. Warga diguncang oleh tragedi berdarah yang menewaskan seorang pria bernama Gafar Wawangi (40), ditemukan tak bernyawa dalam kondisi mengenaskan di pinggir jalan pada Sabtu, 8 November 2025 sekitar pukul 18.30 WIT.
Korban diketahui mengenakan kaos loreng lengan panjang, celana pendek abu-abu, dan sandal hitam, ditemukan dalam posisi tengkurap oleh pasangan suami-istri, Lajuni Wali dan Marta Detek, saat hendak menuju Desa Waisili untuk menjual ikan. Keduanya sontak panik dan segera kembali ke Desa Lena untuk melaporkan temuan tersebut kepada Babinsa serta warga setempat.
Kasus ini memantik reaksi keras dari Wakil Ketua Hukum, HAM & Advokasi Pemuda Muhammadiyah Maluku, Abas Souwakil, yang juga dikenal sebagai advokat muda vokal di wilayah Maluku.
“Kapolres Buru Selatan harus bertindak cepat dan transparan. Ini bukan sekadar pembunuhan biasa, tapi tragedi kemanusiaan yang menimbulkan luka mendalam bagi keluarga korban dan rasa takut bagi warga setempat,” tegas Abas dalam pernyataannya kepada MalukuIndoMedia.com.
Ia menilai, lambannya aparat dalam mengungkap pelaku menjadi tanda lemahnya respons terhadap eskalasi kriminalitas di daerah itu.
“Saya katakan dengan tegas, Buru Selatan darurat keamanan! Kasus seperti ini bukan baru kali ini terjadi. Pemerintah daerah dan kepolisian harus memperketat pengawasan serta menindak tegas pelaku tanpa pandang bulu,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif di balik pembunuhan sadis tersebut. Namun warga berharap aparat bertindak cepat agar tidak memicu konflik lanjutan dan keresahan sosial di tengah masyarakat Waesama.
MalukuIndoMedia.com akan terus memantau perkembangan kasus ini dan menghadirkan fakta-fakta terkini di lapangan — karena keadilan tak boleh ditunda, dan nyawa manusia tak boleh diabaikan. (MIM-MDO)






