
MALUKU INDOMEDIA.COM, AMBON– Dua bulan berlalu pasca Musda XI Golkar Maluku pada 8 November 2025, namun posisi strategis Sekertaris DPD Golkar Maluku masih belum terisi. Hingga kini rapat formatur belum dilaksanakan, memunculkan tanda tanya besar di internal Beringin.
Akademisi FISIP UKIM Ambon, Dr. Hobarth W. Soselisa, S.Sos., M.Si, angkat suara dan menilai kekosongan ini bukan sekadar lambannya proses, tetapi pertanda kehati-hatian Ketua terpilih Umar Lessy dalam memilih figur yang tepat untuk mendampingi kepemimpinannya lima tahun ke depan.
Golkar Diibaratkan Mercedes-Benz
Menurut Soselisa, Partai Golkar layaknya sebuah Mercedes-Benz (Mercy)—mewah, stabil, berkelas, dan bersejarah panjang. Karena itu, salah memilih sopir (Sekretaris) dapat membuat kendaraan mewah ini oleng.
Ia menjelaskan lima alasan mengapa figur Sekretaris harus dipilih dengan sangat teliti:
1. Kemapanan & Sejarah Panjang
Mercy dan Golkar sama-sama punya rekam jejak kuat dan tahan waktu.
2. Identitas yang Kuat
Logo Mercy dan warna kuning Golkar membawa citra kekuasaan dan kemapanan.
3. Kestabilan & Keamanan
Mercy dikenal stabil; Golkar dikenal sebagai jangkar stabilitas politik nasional.
4. Basis Menengah ke Atas
Keduanya identik dengan kalangan elite, profesional, dan birokrat.
5. Kemampuan Beradaptasi
Mercy berinovasi lewat teknologi, Golkar bertransformasi dari Orde Baru hingga Reformasi.
“Jika Mercy salah sopir, ia bisa oleng. Jika Golkar salah pilih Sekretaris, Beringin Maluku bisa tumbang,” tegas Soselisa.
Butuh Pemimpin Berkarakter “Pesilat”, Bukan “Petinju”
Soselisa menekankan bahwa pemimpin Golkar harus berkarakter ‘tangan terbuka’, bukan tertutup.
Menurutnya, Sekretaris Golkar tidak cukup hanya cerdas dan elegan, tetapi harus berani berkorban secara finansial demi jalannya organisasi.
“Menjadi Sekretaris Golkar tidak bisa punya karakter petinju—tangan tertutup. Harus pesilat: tangan terbuka dan siap berkorban,” ujar Soselisa.
Ia juga menyoroti posisi Ketua terpilih Umar Lessy yang berdomisili di Jakarta, sehingga membutuhkan Sekretaris yang kuat di daerah agar mesin partai berjalan efektif.
RR Dinilai Paling Siap & Paling Layak
Dalam analisisnya, Soselisa menyebut Richard Rahakbauw (RR) sebagai figur paling tepat untuk menduduki kursi Sekretaris DPD Golkar Maluku.
Menurutnya:
RR memiliki ketokohan kuat, Humanis dan elegan, Loyal terhadap Partai Golkar, Paling siap berkorban secara finansial
Mampu menopang kepemimpinan Umar Lessy
“Saya belum melihat figur lain yang mau berkorban finansial seperti RR. Jika Sekretarisnya bukan RR, saya pastikan mesin Golkar Maluku tidak akan berjalan,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa kandidat lain rata-rata sudah menjabat sebagai Ketua atau Plt Ketua DPC, yang berpotensi mengganggu soliditas struktur jika harus rangkap tanggung jawab.
Peringatan Keras untuk Ketua Terpilih
Soselisa menutup keterangannya dengan pesan tajam:
“Golkar Maluku seperti kehilangan akarnya. Jika ketua salah memilih Sekretaris, beringin ini akan mudah ditebang oleh para penebang politik. Ketua harus bijak memilih figur pesilat, bukan petinju.”
Menurutnya, ketokohan Umar Lessy harus ditopang oleh figur yang kuat, terbuka, dan punya kapasitas finansial agar Golkar kembali solid. (MIM-MDO)







