
MALUKU INDOMEDIA.COM, DOBO– Momentum Ramadhan 1447 Hijriah dimaknai lebih dari sekadar agenda seremonial di SMP Negeri 2 Dobo. Buka puasa bersama yang digelar Selasa (24/2/2026) menjadi panggung konsolidasi moral, sosial, dan komitmen pembangunan karakter generasi muda Kepulauan Aru.
Hadir langsung dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Kepulauan Aru, Drs. Mohammad Djumpah, M.Si., menegaskan bahwa pembangunan musholla di lingkungan sekolah bukan sekadar proyek fisik, melainkan investasi jangka panjang pembentukan akhlak peserta didik.
“Sekolah bukan hanya ruang transfer ilmu, tetapi pusat pembentukan karakter. Kehadiran musholla menjadi fondasi moral yang memperkuat jati diri siswa,” tegasnya di hadapan guru, siswa, dan para tokoh yang hadir.
Acara yang dimulai pukul 16.00 WIT diawali lantunan ayat suci Al-Qur’an, menghadirkan suasana religius dan khidmat. Kepala sekolah dalam sambutannya menekankan urgensi pembangunan musholla sebagai sarana pembinaan spiritual di tengah tantangan degradasi moral generasi muda.
Tak berhenti pada simbolisme, panitia juga memaparkan rencana teknis pembangunan sebagai bentuk transparansi publik. Penggalangan dana dilakukan secara terbuka, mengajak partisipasi seluruh elemen masyarakat.
Sejumlah tokoh strategis turut hadir, di antaranya Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Aru, Dr. HM. Hanafi RumahTiga, M.Pd., Ketua LPTQ Kabupaten Kepulauan Aru Armand Walay, S.Pi., M.Ec.Dev., Ketua PKS Kabupaten Kepulauan Aru Ahmad Kabir Prakon, Kepala MTs Basuki Rahmat Dobo Sudin Goulap, S.Sos., serta Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Aru Wibowo.
Tausiyah Ramadhan yang disampaikan dalam rangkaian kegiatan menekankan pentingnya Ukhuwah Islamiyah dan kepedulian sosial sebagai pondasi membangun daerah.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama menjelang waktu berbuka, dilanjutkan makan bersama dalam suasana kekeluargaan yang hangat. Lebih dari sekadar buka puasa, agenda ini menegaskan bahwa pendidikan di Aru sedang diarahkan tidak hanya untuk melahirkan generasi cerdas, tetapi juga generasi yang berakhlak dan berkarakter.
Maluku Indomedia.com menilai, langkah kolaboratif seperti ini menjadi indikator bahwa pembangunan daerah harus berjalan seimbang: fisik dibangun, tetapi moral tetap menjadi pondasi utama. (MIM-MDO)






