
MALUKU INDOMEDIA.COM,WETAR– Kekecewaan masyarakat atas keberadaan tambang di Pulau Wetar kembali mencuat. Tokoh muda Wetar, Lolopaly, dengan tegas menyuarakan kemuakan terhadap pemerintah dan perusahaan tambang yang dinilai hanya meninggalkan luka mendalam bagi rakyat serta kerusakan alam yang tak tergantikan.
“Dari dulu sampai sekarang, tambang di Wetar tidak pernah membawa dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat. Yang tersisa hanyalah lubang-lubang menganga, hutan gundul, serta pencemaran udara dan air. Itu bukan kesejahteraan, itu penghinaan,” tegas Lolopaly, kepada Maluku Indomedia.com, Rabu (27/8/2025).
Ia menilai, negara dan pemerintah telah melakukan pemerkosaan terhadap bumi Pulau Wetar—tanah kelahiran yang semestinya dijaga, bukan dirusak. Peristiwa patahnya tongkang pengangkut hasil tambang beberapa waktu lalu disebut sebagai bukti nyata bahwa ada banyak kebusukan yang selama ini ditutup-tutupi, namun akhirnya tercium juga.
“Terlalu sedih… sampai kapan kami harus menangis di atas penderitaan ini. Kami, rakyat Wetar, tidak punya kekuatan apa-apa. Hanya bisa berdoa, meminta Allah dan Alam yang akan bertindak,” ungkapnya dengan nada getir.
Lolopaly mendesak Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku untuk segera turun langsung ke Wetar, melihat dengan mata kepala sendiri penderitaan rakyat. Ia mengingatkan, jangan sampai rakyat Wetar merasa terasing di tanahnya sendiri hingga nekat mencari jalan keluar ekstrem, termasuk opsi politik yang mengguncang.
“Lihatlah Maluku secara komprehensif dan integral. Jangan hanya duduk di kursi kekuasaan, sementara rakyatmu di Wetar dibiarkan merana,” seru Lolopaly.
Suara lantang ini mencerminkan keresahan mendalam masyarakat Pulau Wetar, sekaligus tamparan keras bagi pemerintah dan perusahaan tambang yang selama ini mengklaim pembangunan, namun justru menyisakan derita. (MIM-MDO)