
MALUKU INDOMEDIA.COM, JAKARTA— Langit Jakarta kembali akan menjadi saksi pekik perlawanan dari Timur. Dewan Pimpinan Pusat Jaringan Aktivis Muda Maluku (JAMM) menyerukan aksi besar-besaran di depan Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Rabu, 12 November 2025.
Aksi bertajuk “Tangkap dan Penjarakan Sekda Provinsi Maluku” ini akan digelar dengan dress code serba hitam — simbol duka, perlawanan, dan solidaritas atas dugaan korupsi yang disebut mencederai nurani rakyat Maluku.
Dalam selebaran resmi yang diterima Maluku Indomedia, JAMM menegaskan bahwa gerakan ini merupakan manifestasi kekecewaan dan keprihatinan mendalam atas dugaan keterlibatan Sekretaris Daerah Provinsi Maluku dalam dua kasus besar: korupsi dana reboisasi tahun 2022 di Kabupaten Maluku Tengah dan penyalahgunaan anggaran COVID-19 tahun 2020–2021.
“Kami datang bukan untuk membuat gaduh, tapi menuntut keadilan dan penegakan hukum yang bersih. Maluku tidak boleh menjadi ladang permainan kekuasaan,” tegas Ketua Umum DPP JAMM Yassir Mukadir, sekaligus Korlap.
Empat Tuntutan Anak Muda Maluku
Dalam aksi tersebut, JAMM membawa empat tuntutan utama yang langsung dialamatkan kepada Jaksa Agung Republik Indonesia:
1. Mendesak Jaksa Agung RI mengambil alih sepenuhnya proses penyidikan kasus korupsi dari Kejati Maluku.
2. Meminta Jamwas untuk memeriksa Kepala Kejati Maluku atas dugaan pembiaran dan lemahnya pengawasan hukum.
3. Menuntut pembentukan Tim Khusus Pidsus ke Maluku untuk mempercepat proses hukum tanpa konflik kepentingan.
4. Mendorong transparansi informasi publik, agar masyarakat mengetahui perkembangan nyata penanganan kasus tersebut.
Suara Moral dari Timur
Aksi JAMM ini bukan sekadar demonstrasi, melainkan seruan moral dari generasi muda Maluku yang menolak tunduk pada praktik korupsi dan penyimpangan kekuasaan. Mereka menyebut langkah ini sebagai bagian dari gerakan transformasi keadilan, agar hukum tidak lagi tajam ke bawah, tumpul ke atas.
“Kami tidak mencari panggung, kami menuntut kebenaran. Ini tentang harga diri anak Maluku yang ingin melihat negeri ini bersih dari korupsi,” ujar ketua DPP JAMM.
Gerakan seperti JAMM menegaskan bahwa kesadaran hukum dan keberanian bersuara dari anak muda Maluku terus tumbuh. Di tengah apatisme publik terhadap lembaga penegak hukum, suara dari Timur ini menjadi bara yang menjaga harapan akan keadilan dan transparansi tetap menyala. (MIM-MDO)






