
MALUKU INDOMEDIA.COM, ARU— Klasis Aru Selatan menggelar Pelatihan Penyusunan Rencana Pengembangan Pelayanan Jemaat (RPPJ) dan Rencana Pengembangan Pelayanan Klasis (RPPK) yang berlangsung secara daring, menghadirkan para fasilitator dari Balitbang Sinode GPM. Kegiatan strategis ini menandai langkah progresif gereja dalam memperkuat fondasi perencanaan pelayanan berbasis data, konteks realitas, dan tuntutan era digital.
Ketua Klasis Aru Selatan, Pendeta D.S. Oraile, menegaskan bahwa penyusunan dokumen perencanaan bukan hanya kerja administratif, tetapi wujud tanggung jawab iman.
“Gereja mempersiapkan pelayannya untuk melanjutkan misi Kristus melalui kerja-kerja terencana. Kalau dulu Roh Kudus dicurahkan agar para murid dapat berkata-kata, maka kini Kristus memperlengkapi para pelayan supaya karya Roh Kudus itu terwujud melalui desain dokumen perencanaan,” ujar Oraile menegaskan, Jumat (14/12/2025).
Ia juga menekankan bahwa gereja kini berada di fase digitalisasi, sehingga pemanfaatan teknologi menjadi keharusan untuk mencapai efisiensi pelayanan.
“Fasilitas digital harus digunakan dengan tepat. Ini bukan sekadar adaptasi, tetapi terobosan penting agar pelayanan berjalan hemat, efektif, dan relevan.”
Pelatihan ini menghadirkan narasumber dari Balitbang Sinode GPM, yakni Pendeta Marthina Sabono dan Pendeta Marcho David Pentury, yang memberikan pendalaman tentang tujuan, prinsip, tahapan, hingga teknik penyusunan perencanaan pelayanan gereja.
Sementara itu, Ketua Media Center Klasis Aru Selatan, Pendeta Roy Imbing, memastikan kesiapan timnya untuk mendukung penuh jalannya kegiatan.
“Dengan fasilitas yang kami miliki, tidak ada alasan bagi kami untuk tidak membantu kerja-kerja lintas sektor.”
Peserta pelatihan terdiri dari Tim Litbang Klasis serta Anggota Majelis Pekerja Klasis Aru Selatan.
Ketua Tim Litbang Klasis, Pendeta Alberth Akollo, menjelaskan bahwa pelatihan akan berlangsung selama tiga hari untuk mematangkan kapasitas tim.
“Setelah pelatihan, seluruh anggota Tim Litbang Klasis akan diterjunkan ke jemaat-jemaat untuk mendampingi penyusunan RPPJ secara langsung,” jelasnya.
Sejalan dengan itu, salah satu peserta, Pendeta Priskilia Manukiley, menilai pelatihan ini sangat krusial untuk meningkatkan kemampuan analisis, perencanaan, sekaligus memahami realitas pergumulan klasis yang geografisnya sangat luas.
Kegiatan ini menandai komitmen Klasis Aru Selatan untuk terus bergerak maju—dengan pelayanan yang semakin terstruktur, tajam membaca kebutuhan jemaat, serta kreatif dan transformatif dalam menjawab tantangan zaman. (MIM-MDO)







