
MALUKU INDOMEDIA.COM, NAMROLE— Kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) Mandiri kembali digelar oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Namrole sebagai upaya memperkuat karakter dan ketahanan moral generasi muda di Buru Selatan. Kegiatan yang berlangsung Rabu (26/11/2025) di SMPN SATAP 02 Namrole ini dibuka langsung oleh Kepala Sekolah, Ruslan, dan turut dihadiri Kepala KUA Namrole.
Penyuluh KUA Namrole, Ustad Elyas Pelu, tampil sebagai pemateri utama dengan penyampaian yang lugas, kritis, dan menyentuh persoalan riil yang dihadapi para remaja saat ini. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa remaja adalah fondasi masa depan bangsa yang harus disiapkan secara serius di tengah kian kompleksnya tantangan zaman.
“Remaja adalah generasi penerus. Mereka harus dibekali nilai agama, akhlak mulia, serta pemahaman yang benar tentang keluarga dan masa depan mereka sendiri,” tegas Elyas Pelu.
Materi BRUS yang Menyentuh Realita Remaja
Materi pembinaan mencakup Filosofi Bimbingan Remaja Usia Sekolah, konsep Remaja Qur’ani, hingga pembentukan remaja yang sehat dan mampu mengelola diri. Tidak hanya teoritis, Elyas juga menyentuh isu krusial yang marak terjadi: bahaya pernikahan anak.
Ia mengurai dampak pernikahan dini secara tajam dan holistik:
1. Pendidikan
Potensi putus sekolah
Hilangnya masa depan akademik
Rendahnya kualitas SDM generasi berikutnya
2. Kesehatan
Risiko tinggi pada kesehatan ibu & bayi
Ancaman stunting dan gizi buruk
Peningkatan kasus kematian ibu dan bayi
3. Psikologis
Ketidaksiapan mental menghadapi rumah tangga
Kerentanan terhadap stres & depresi
Hilangnya masa remaja sebagai ruang tumbuh kembang
4. Sosial
Konflik dalam keluarga
Siklus kemiskinan yang terus berulang
Minimnya partisipasi sosial
5. Hukum
Melanggar UU Perkawinan yang menetapkan usia minimal 19 tahun
Potensi persoalan perlindungan anak
Antusias Tinggi, Diskusi Mengalir Tajam
Puluhan siswa dan guru hadir dalam kegiatan ini. Antusiasme peserta terlihat dari derasnya pertanyaan kritis yang muncul selama sesi diskusi. Banyak siswa mengaku baru memahami secara mendalam betapa luas dan seriusnya konsekuensi pernikahan usia dini.
Menyiapkan Generasi Muda yang Tangguh & Berakhlak
Melalui pembinaan BRUS ini, KUA Namrole menegaskan komitmen mereka dalam menanamkan kesadaran, tanggung jawab, dan nilai-nilai moral kepada para remaja sejak dini. Diharapkan kegiatan ini mampu menciptakan generasi muda yang lebih siap menghadapi masa depan, memiliki pemahaman agama yang kuat, serta terhindar dari praktik pernikahan dini yang merusak masa depan.
KUA Namrole menempatkan diri bukan hanya sebagai lembaga layanan keagamaan, tetapi juga garda depan perlindungan dan pemberdayaan remaja — generasi yang menentukan wajah Buru Selatan di masa mendatang. (MIM-CN)







