
MALUKU INDOMEDIA.COM, AMBON– Insiden bentrokan antar mahasiswa mewarnai pasca Rapat Kerja (Raker) Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas (DPMF) Fakultas Ekonomi Universitas Pattimura, Ambon, yang berujung dugaan penikaman terhadap seorang mahasiswa di kawasan Rumahtiga, Sabtu (1/3).
Peristiwa tersebut dipicu perdebatan internal terkait legalitas pimpinan sidang setelah Ketua DPMF dikabarkan berhalangan hadir karena sakit. Ketua Kabid I DPMF yang ditunjuk sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Ketua, Karis Subagio, menyebut penunjukan dirinya dilakukan langsung oleh Ketua DPMF.
“Namun di forum terjadi perdebatan soal keabsahan penunjukan itu hingga sidang diskors oleh Sekretaris Dewan,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi.
Situasi yang awalnya berupa dinamika forum disebut berubah tegang setelah peserta keluar ruangan. Keributan dipicu aksi penendangan pintu, hingga tiga dosen yang berada di lokasi turun tangan melerai. Perdebatan pun meluas, melibatkan sejumlah pengurus DPMF yang merupakan kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dengan pihak dosen.
Ketegangan merembet ke luar gedung fakultas. Aksi saling dorong dan kejar-kejaran terjadi hingga ke kawasan Lorong Gandaria, Negeri Rumahtiga. Karis mengklaim pihaknya memilih mundur untuk menghindari bentrok, namun dikejar sekelompok massa yang membawa kayu.
Bentrok fisik tak terhindarkan. Sejumlah mahasiswa dilaporkan mengalami pemukulan. Di tengah kekacauan itu, muncul kabar adanya korban penikaman terhadap seorang mahasiswa yang juga disebut sebagai kader HMI.
“Kami sudah mundur dari lokasi dan tidak mengetahui peristiwa penikaman itu,” tegas Karis.
Sementara itu, Ketua Komisariat Ekonomi Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Unpatti, Rivalia Pollatu, menyatakan keprihatinan mendalam atas insiden tersebut. Ia menegaskan dugaan penikaman terjadi di luar area kampus, sehingga tidak dapat serta-merta dikaitkan dengan aktivitas organisasi di lingkungan kampus.
“Agenda sebelumnya murni kegiatan internal DPMF dan tidak membawa nama GMKI maupun HMI. Saat situasi memanas, anggota kami memilih mundur,” ujarnya.
Rivalia juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang membangun narasi liar yang berpotensi memecah hubungan antarorganisasi mahasiswa. Ia meminta aparat kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut secara profesional dan transparan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait kronologi versi aparat maupun identitas terduga pelaku. Situasi di lingkungan kampus Fakultas Ekonomi Unpatti dilaporkan telah kondusif, namun ketegangan psikologis di kalangan mahasiswa masih terasa.
Insiden ini menjadi alarm keras bagi tata kelola organisasi kemahasiswaan di kampus terbesar di Maluku tersebut. Dinamika demokrasi mahasiswa yang seharusnya menjadi ruang adu gagasan, berubah menjadi konflik fisik yang mencederai nilai intelektualitas.
Publik kini menanti langkah tegas aparat dan kebijakan pimpinan kampus untuk memastikan peristiwa serupa tidak terulang. (MIM-CR)






