
MALUKU INDOMEDIA.COM, AMBON– Universitas Muhammadiyah Maluku (UM Maluku) kembali menunjukkan langkah progresif dalam pengembangan pendidikan tinggi di kawasan timur Indonesia. Kampus yang dikenal sebagai “Kampus Pencerahan” ini resmi membuka dua program studi baru, yakni S1 Hukum Bisnis dan S1 Bisnis Digital.
Pembukaan dua prodi tersebut ditandai dengan terbitnya Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 197/B/O/2026 yang ditetapkan pada 5 Maret 2026.
Rektor UM Maluku, Prof. Faris Al-Fadhat, Ph.D, menegaskan bahwa kehadiran dua program studi tersebut merupakan langkah strategis untuk menjawab perubahan zaman, khususnya kebutuhan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi di bidang hukum bisnis dan teknologi digital.
Menurutnya, perkembangan ekonomi digital dan dinamika dunia usaha saat ini menuntut generasi muda memiliki keahlian yang spesifik dan adaptif.
“Kami melihat minat masyarakat Maluku sangat beragam. Dengan adanya Prodi Bisnis Digital dan Hukum Bisnis, kami ingin menjawab kebutuhan pasar kerja masa depan yang menuntut keahlian di bidang teknologi sekaligus pemahaman tentang legalitas bisnis,” ujar Prof. Faris.
Penambahan dua prodi ini sekaligus melengkapi langkah ekspansi akademik UM Maluku yang sebelumnya juga berhasil membuka Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) serta Administrasi Kesehatan pada Desember 2025 dan Januari 2026.
Dalam kurun waktu kurang dari empat bulan, UM Maluku telah membuka empat program studi baru yang berfokus pada sektor strategis, mulai dari kesehatan, perencanaan wilayah, hukum, hingga teknologi digital.
Langkah ini dinilai sebagai bagian dari transformasi pendidikan yang sedang dibangun oleh Muhammadiyah untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) di wilayah timur Indonesia.
Prof. Faris menegaskan, Muhammadiyah memiliki komitmen kuat untuk menjadikan pendidikan tinggi sebagai motor kemajuan daerah, sekaligus membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk mendapatkan pendidikan berkualitas.
“Muhammadiyah selalu serius terhadap pendidikan. Kami pastikan kampus ini akan tumbuh besar di Maluku dengan kualitas yang terjaga dan akses yang mudah bagi siapa saja,” tegasnya.
Ia juga memastikan bahwa biaya kuliah di UM Maluku tetap kompetitif dan terjangkau, sehingga tidak menjadi hambatan bagi masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi.
Dengan bertambahnya dua program studi tersebut, UM Maluku kini memiliki total 9 program studi yang siap mencetak generasi muda Maluku yang unggul, adaptif, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
Langkah ekspansi akademik ini sekaligus menegaskan posisi UM Maluku sebagai salah satu kampus yang tengah bergerak cepat melakukan transformasi pendidikan di Maluku. (MIM-MDO)







