
MALUKU INDOMEDIA.COM, AMBON– Di tengah tantangan ekonomi yang terus bergerak dinamis, Koperasi TEKAD kembali menegaskan eksistensinya sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan di Kota Ambon. Berdiri sejak 31 April 2001, koperasi ini sempat vakum pada 2016, namun kini bangkit dengan semangat baru yang lebih progresif dan terarah.
Pengelola Koperasi TEKAD, Paulus Untajana, SE, menegaskan bahwa jatuh bangun adalah bagian dari perjalanan.
“Mental TEKAD tidak pernah patah. Dalam situasi apa pun, kami tetap bergerak,” tegasnya.
Kebangkitan itu ditandai dengan pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-3 sejak reaktivasi pada 2023, yang digelar pada 19 Maret 2026. Forum tersebut tidak hanya menjadi ruang evaluasi kinerja pengurus dan pengawas, tetapi juga ajang konsolidasi arah baru koperasi, termasuk target ambisius Sisa Hasil Usaha (SHU) sebesar Rp300 juta pada tahun 2026.
Dengan kekuatan sekitar 350 anggota, TEKAD optimistis target tersebut dapat dicapai melalui kolaborasi aktif antaranggota. Sebab, bagi TEKAD, kekuatan koperasi bukan terletak pada pengurus semata, melainkan pada partisipasi anggotanya.
Namun, yang membedakan TEKAD dari koperasi pada umumnya adalah pendekatan yang tidak “memanjakan” anggota. Paulus menegaskan, fasilitas simpan pinjam bukan untuk membuat anggota terlena.
“Kami tidak ingin anggota dininabobokan dengan kemudahan pinjaman. Modal yang diberikan harus menciptakan efek berganda, mendorong usaha mandiri, dan berkembang menjadi UMKM yang kuat,” ujarnya tegas.
Menurutnya, sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM) adalah embrio utama dalam membangun ekosistem koperasi yang sehat. Dari sanalah roda ekonomi berputar, menciptakan lapangan kerja, sekaligus memperkuat daya tahan ekonomi masyarakat.
“UKM dan koperasi itu satu napas. Dari situ kita membangun kesejahteraan Maluku, khususnya Kota Ambon,” lanjutnya.

Saat ini, Koperasi TEKAD memiliki sekitar 12 unit usaha, meski yang aktif dijalankan meliputi simpan pinjam berbasis anggota serta usaha warung serba ada (waserda) yang menyediakan kebutuhan pokok seperti beras, minyak, dan kebutuhan harian lainnya.
Dari sisi legalitas, TEKAD juga telah mengantongi izin resmi simpan pinjam berbasis risiko dari Pemerintah Republik Indonesia. Sebuah capaian penting, mengingat di Kota Ambon baru segelintir koperasi yang memenuhi standar regulasi tersebut.
Di balik capaian itu, TEKAD justru tumbuh tanpa sokongan bantuan pemerintah maupun lembaga eksternal. Seluruh operasional bertumpu pada kekuatan internal, gotong royong, dan komitmen kolektif anggota.
“Kami tetap terbuka terhadap dukungan siapa pun, termasuk pemerintah. Tapi yang utama adalah membangun kesadaran dan disiplin berkoperasi yang sehat,” kata Paulus.
Lebih dari sekadar lembaga keuangan, TEKAD memposisikan diri sebagai ruang transformasi sosial-ekonomi. Di dalamnya, harapan dibangun, kemandirian ditempa, dan masa depan ekonomi masyarakat dirancang bersama.
Penguatan Tata Kelola dan Akses Usaha
Sejalan dengan hasil Rapat Anggota Tahunan (RAT) 2026, pengurus juga menegaskan fokus pada penguatan tata kelola organisasi dan manajemen koperasi. Upaya ini mencakup peningkatan kapasitas pengurus dan pengawas melalui pelatihan, serta edukasi perkoperasian bagi seluruh anggota.
Selain itu, TEKAD mulai mendorong perluasan akses permodalan, baik dari lembaga keuangan maupun potensi kemitraan strategis, guna memperkuat unit usaha yang telah berjalan.
Pengurus juga mengakui masih adanya tantangan, terutama bagi anggota yang berada di wilayah dengan keterbatasan akses transportasi, sehingga belum seluruhnya dapat menikmati layanan koperasi secara optimal.
Meski demikian, semangat kolektif tetap menjadi fondasi utama. Melalui RAT, sebagian anggota hadir sebagai perwakilan, sementara lainnya tetap dilibatkan dalam keputusan strategis melalui sistem representasi.
Dengan arah baru yang lebih terstruktur, Koperasi TEKAD menegaskan komitmennya untuk terus tumbuh sebagai kekuatan ekonomi rakyat yang mandiri dan berkelanjutan.
“Kalau koperasi sehat, anggota akan kuat. Dan kalau anggota kuat, ekonomi daerah juga akan ikut tumbuh,” pungkasnya.
“Bertekad maju, maju, dan maju”. (MIM-MDO)







