
MALUKU INDOMEDIA.COM, AMBON— Penetapan Negeri Siri Sori Islam, Kabupaten Maluku Tengah, sebagai Negeri Moderasi Beragama oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku mendapat apresiasi luas dari kalangan masyarakat, khususnya generasi muda.
Salah satu apresiasi datang dari anak muda Siri Sori Islam, Basyir Tuhepaly, yang menilai langkah Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama RI Provinsi Maluku tersebut sebagai bentuk pengakuan nyata terhadap kuatnya budaya toleransi dan semangat hidup orang basudara yang selama ini tumbuh di tengah masyarakat Maluku.
Menurut Basyir, peresmian itu bukan sekadar agenda seremonial atau simbol administratif belaka, melainkan pesan moral bahwa Maluku masih memiliki fondasi sosial yang kokoh dalam menjaga persaudaraan lintas perbedaan agama dan budaya.
“Ini bukan hanya soal penetapan nama Negeri Moderasi Beragama, tetapi pengakuan bahwa masyarakat Siri Sori Islam berhasil menjaga nilai persaudaraan dan toleransi yang diwariskan leluhur Maluku,” kata Basyir kepada media ini, Sabtu (24/5/2026).
Ia menegaskan, nilai hidup orang basudara dan pela gandong selama ini menjadi benteng sosial masyarakat Maluku dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk ancaman perpecahan akibat isu identitas dan polarisasi sosial yang semakin mudah berkembang di era digital.
Basyir mengingatkan bahwa moderasi beragama bukan sekadar slogan pemerintah, tetapi harus menjadi gerakan sosial yang hidup dalam perilaku masyarakat sehari-hari. Karena itu, generasi muda memiliki tanggung jawab besar menjaga ruang kebersamaan agar Maluku tetap menjadi daerah yang damai dan harmonis.
“Anak muda jangan hanya jadi penonton. Kita harus menjadi garda terdepan menjaga toleransi dan merawat persaudaraan. Maluku pernah melewati konflik besar dan sejarah itu harus menjadi pelajaran agar jangan pernah terulang,” tegasnya.
Ia juga menilai langkah Kakanwil Kemenag Provinsi Maluku menetapkan Siri Sori Islam sebagai Negeri Moderasi Beragama merupakan keputusan strategis di tengah situasi sosial nasional yang rentan diprovokasi isu agama dan perbedaan identitas.
Menurutnya, Maluku membutuhkan lebih banyak ruang-ruang penguatan moderasi beragama agar semangat persatuan tetap terjaga dari tingkat negeri hingga generasi muda.
“Kalau semangat orang basudara terus dijaga, maka Maluku akan tetap kuat. Siri Sori Islam bisa menjadi contoh bahwa keberagaman bukan ancaman, tetapi kekuatan sosial masyarakat Maluku,” ujarnya.
Basyir berharap peresmian tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan simbolik, melainkan diikuti dengan program nyata yang menyentuh masyarakat, terutama generasi muda, melalui pendidikan toleransi, penguatan budaya lokal, dan ruang dialog antarumat beragama.
Di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks, penetapan Siri Sori Islam sebagai Negeri Moderasi Beragama dinilai menjadi pengingat bahwa identitas Maluku sejatinya dibangun di atas nilai kemanusiaan, persaudaraan, dan semangat hidup orang basudara yang telah diwariskan lintas generasi. (MIM-CN)






