
MALUKU INDOMEDIA.COM. AMBON– Hasil Survei Nasional Anak Muda Kuartal I (Q1) 2026 yang dirilis Muda Bicara ID bersama Bicara Data menghadirkan kejutan. Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menempati posisi pertama sebagai gubernur berkinerja terbaik versi generasi muda dengan raihan 18,5 persen, disusul Pramono Anung (DKI Jakarta) dan Dedi Mulyadi (Jawa Barat).
Di sisi lain, Provinsi Maluku sama sekali tidak masuk dalam daftar 10 besar. Absennya nama Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, memunculkan pertanyaan publik mengenai persepsi masyarakat terhadap arah kepemimpinan dan capaian pemerintah provinsi hingga pertengahan 2026.
Meski survei ini hanya mengukur persepsi dan tingkat kepuasan generasi muda, bukan audit resmi terhadap kinerja pemerintahan, hasil tersebut menjadi sinyal yang tidak bisa diabaikan. Survei dilakukan terhadap 800 responden berusia 17–40 tahun dari 38 provinsi menggunakan metode Computer-Assisted Self Interviewing (CASI) dengan margin of error sekitar ±5 persen.
Bagi Maluku, tidak masuknya gubernur dalam daftar tersebut dipandang sebagai momentum evaluasi.
Sejumlah persoalan yang masih menjadi sorotan masyarakat, mulai dari pembangunan infrastruktur, peningkatan kesejahteraan, pelayanan publik, hingga komunikasi pemerintah dengan masyarakat, dinilai perlu mendapat perhatian lebih serius.
Di era digital, persepsi publik memang dipengaruhi oleh komunikasi dan kedekatan pemimpin dengan masyarakat. Namun, lebih dari itu, hasil nyata dari kebijakan pemerintah tetap menjadi tolok ukur utama keberhasilan kepemimpinan.
MalukuIndomedia.com menilai, absennya Maluku dari 10 besar bukan berarti Gubernur Hendrik Lewerissa gagal menjalankan pemerintahan. Namun, hasil survei ini merupakan alarm politik dan sosial bahwa pemerintah daerah perlu memperkuat kinerja, meningkatkan transparansi, mempercepat realisasi program prioritas, serta membangun komunikasi publik yang lebih efektif agar kepercayaan masyarakat, khususnya generasi muda, semakin meningkat.
Publik kini menantikan langkah konkret Pemerintah Provinsi Maluku dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan. Sebab pada akhirnya,
Keberhasilan seorang pemimpin tidak hanya diukur dari persepsi, tetapi juga dari dampak nyata kebijakan yang dirasakan masyarakat di seluruh pelosok Maluku. (MIM-MDO)






