
MALUKU INDOMEDIA.COM, MALUKU UTARA — Pantai Togurua, Rabu (12/8/2026), berubah menjadi ruang kebersamaan bagi Keluarga Besar Malapa. Ratusan anggota keluarga dari Bacan, Malifut, Tofu hingga Wailoa berkumpul dalam agenda silaturahmi dan jemputan tamu dari Wailoa yang dikemas melalui kegiatan Mandi Safar.
Mengusung tema “Mari Torang Rame-Rame Batobo untuk Membersihkan Diri Menuju Satu Hati”, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi momentum rekreasi keluarga, tetapi membawa pesan kuat tentang pentingnya gotong royong, menjaga lingkungan sekaligus merawat persatuan keluarga.
Iswand Kaliky menyampaikan, kegiatan yang dimulai sejak pagi itu diawali dengan doa bersama, kemudian dilanjutkan sambutan panitia serta berbagai kegiatan yang melibatkan seluruh anggota keluarga.
“Batobo bersama yang berarti gotong royong menjadi pesan utama kegiatan ini. Bukan hanya membersihkan sampah di pantai, tetapi juga membersihkan diri dari perbedaan, ego dan salah paham agar keluarga besar bisa kembali bersatu dalam satu hati,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Pesan itu semakin kuat ketika keluarga Malapa bersama-sama menikmati suasana pantai, makan bersama, serta mengikuti berbagai permainan seperti tarik tambang dan bola voli.
“Kita datang bukan cuma bawa badan, tapi bawa hati. Kalau mau bersih lingkungan, torang harus mulai dari bersih hati dulu. Mari torang jaga silaturahmi dan jaga nama baik keluarga Malapa.”
Antusiasme terlihat dari seluruh lapisan usia. Anak-anak, kaum muda hingga orang tua berbaur tanpa sekat. Tawa dan canda mewarnai Pantai Togurua, sekaligus memperlihatkan bahwa tradisi kekeluargaan masih menjadi kekuatan penting dalam menjaga hubungan antargenerasi.
Bagi keluarga besar Malapa, batobo bukan sekadar aktivitas bersama, melainkan simbol bahwa persoalan lingkungan dan persoalan hubungan antarmanusia sama-sama membutuhkan kepedulian.
Lingkungan yang bersih membutuhkan tangan yang bekerja bersama. Sementara keluarga yang kuat membutuhkan hati yang mau saling memahami dan mengesampingkan ego.
Keluarga Besar Malapa berharap kegiatan tersebut dapat menjadi agenda rutin. Selain menjaga kebersihan Pantai Togurua, kegiatan ini diharapkan menjadi ruang untuk memperkenalkan akar budaya dan sejarah keluarga kepada generasi muda.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan foto bersama serta komitmen untuk terus menjaga kebersihan Pantai Togurua dan mempererat persatuan keluarga.
“Mari torang rame-rame batobo. Untuk pantai yang bersih, untuk hati yang satu.” (MIM-CN)







