
MALUKU INDOMEDIA.COM. BURU– TNI Angkatan Darat kembali menegaskan perannya tidak hanya sebagai penjaga kedaulatan negara, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam pembangunan masyarakat. Hal itu terlihat dalam pelaksanaan Karya Bakti TNI AD Tahun 2026 yang dipusatkan di Desa Parbulu, Kabupaten Buru, Jumat.
Kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga masyarakat setempat.
Upacara pembukaan dipimpin oleh Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath selaku inspektur upacara, sementara Komandan Upacara dipercayakan kepada Muhamad Zoddiqul Ulum Ely.
Personel dari Kodim 1506/Namlea, Yon TP 821/SB, Polres Pulau Buru, Kompi Brimob Namlea, Satpol PP, serta unsur Pemerintah Kabupaten Buru dan masyarakat mengikuti upacara yang berlangsung khidmat.
Dalam amanatnya, Abdullah Vanath memberikan apresiasi kepada jajaran TNI AD, khususnya Kodam XV/Pattimura, yang dinilai terus menunjukkan komitmen menjaga stabilitas keamanan sekaligus hadir membantu percepatan pembangunan di daerah.
Menurutnya, integritas, disiplin, dan loyalitas prajurit merupakan modal penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat serta mendukung agenda pembangunan nasional, terutama di wilayah kepulauan seperti Maluku yang memiliki tantangan geografis tersendiri.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Kasdam XV/Pattimura Wawan Pujiatmoko, Danrem 151/Binaiya Rafles Manurung, para pejabat utama Korem 151/Binaiya, serta jajaran Sterdam XV/Pattimura.
Suasana penyambutan berlangsung meriah.
Masyarakat menampilkan Tari Sawat, Tari Lenso, dan Tari Cakalele sebagai simbol penghormatan sekaligus wujud eratnya hubungan budaya antara masyarakat Maluku dengan TNI.
Sebagai tanda dimulainya program Karya Bakti, dilakukan penyerahan alat kerja secara simbolis kepada prajurit yang akan melaksanakan berbagai kegiatan fisik dan sosial di lokasi. Selain itu, TNI AD juga menyerahkan bantuan sosial berupa paket sembako kepada warga serta beasiswa bagi siswa berprestasi.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah bersama masyarakat yang diwarnai penampilan seni budaya dari Desa Waelo. Kebersamaan tersebut menjadi ruang dialog sekaligus memperkuat hubungan emosional antara aparat dan warga.
Rangkaian kunjungan kerja ditutup dengan pelaksanaan salat Jumat bersama masyarakat di Masjid Al Ikhlas, Desa Waetele, Kecamatan Waeapo, sebelum Wakil Gubernur Maluku beserta rombongan kembali menuju Ambon melalui Bandara Pattimura.
Seluruh agenda berlangsung aman, tertib, dan lancar.
Bagi masyarakat Pulau Buru, pelaksanaan Karya Bakti TNI AD bukan sekadar kegiatan seremonial. Kehadiran prajurit di tengah masyarakat menjadi representasi bahwa pembangunan wilayah tidak hanya bertumpu pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan sinergi seluruh elemen bangsa.
Melalui Karya Bakti Tahun 2026, TNI AD kembali menegaskan komitmennya untuk terus membangun desa, memperkuat ketahanan wilayah, serta menjaga semangat kemanunggalan TNI dan rakyat sebagai fondasi utama menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (MIM-NR)






