
MALUKU INDOMEDIA.COM, AMBON— Perkumpulan Masyarakat Kepulauan Babar (PEMASKEBAR) menegaskan komitmennya untuk memperkuat organisasi dan mengoptimalkan potensi masyarakat Babar di perantauan bagi pembangunan kampung halaman.
Komitmen itu mengemuka dalam Kongres Luar Biasa (KLB) dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PEMASKEBAR Tahun 2026 yang digelar di Lantai 5 Gedung DPRD Provinsi Maluku, Ambon, Sabtu (26/9/2026).
Kegiatan mengusung tema “Merawat Ikatan Batin, Membangun Kampung, Menata Masa Depan Bersama.”
KLB dan Rakernas diikuti jajaran pengurus pusat, perwakilan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dari sejumlah daerah, di antaranya Kota Ambon, Jabodetabek, Seram Bagian Barat (SBB), Kepulauan Aru, serta masyarakat perantauan Kepulauan Babar yang mengikuti kegiatan secara daring dari berbagai daerah di Indonesia.
Ketua Panitia KLB dan Rakernas PEMASKEBAR, Hengky Richardo A. Pelata, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk melakukan konsolidasi sekaligus menata kembali arah organisasi.
Sementara Ketua Umum PEMASKEBAR, Prof. J. Mosse, dalam pidato pembukaannya menyampaikan salam khas masyarakat Babar, “KALWEDO”, serta menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang memberikan perhatian dan dukungan terhadap keberadaan PEMASKEBAR.
Turut hadir Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Maluku, Dr. Meikly M. Lohy, M.T., mewakili Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa.
Hadir pula Asisten III Pemerintah Kota Ambon, Steve Dominggus, S.IP., M.S., yang mewakili Penjabat Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena, serta Ketua DPRD Kota Ambon, Mourits Tamaela, S.E.
Benahi Fondasi Organisasi
KLB dan Rakernas PEMASKEBAR tidak hanya menjadi forum reorganisasi, tetapi juga diarahkan untuk mengevaluasi fondasi organisasi dan menyusun program kerja untuk lima tahun ke depan.
Salah satu agenda utama adalah evaluasi serta penyempurnaan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
Ketua Umum PEMASKEBAR menegaskan, pembenahan AD/ART diperlukan agar organisasi mampu mengikuti perkembangan zaman, tetap transparan, inklusif, serta memiliki fondasi yang kuat.
“Revisi ini bukan tentang siapa yang berkuasa, melainkan tentang bagaimana kita merapikan fondasi agar organisasi ini kuat bertahan hingga puluhan tahun ke depan,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pembenahan organisasi diarahkan untuk memperkuat sistem dan keberlanjutan PEMASKEBAR, bukan sekadar menyelesaikan kepentingan internal sesaat.
Tiga Pilar Program Kerja
Dalam merumuskan arah kerja organisasi, PEMASKEBAR mendorong tiga pilar utama.
Pertama, penguatan struktur organisasi.
PEMASKEBAR mendorong terbentuknya struktur organisasi yang lebih efektif dengan pembagian fungsi yang jelas. Struktur tersebut diharapkan mampu membuat organisasi lebih responsif terhadap kebutuhan anggota maupun masyarakat di kampung halaman.
Kedua, kepedulian terhadap budaya.
Nilai-nilai budaya dan warisan leluhur Kepulauan Babar menjadi bagian yang ingin terus dirawat. Penguatan identitas budaya dinilai penting agar generasi muda Babar tetap mengenal akar sejarah dan budayanya meskipun hidup di berbagai wilayah perantauan.
Ketiga, kontribusi nyata bagi kampung halaman.
Potensi masyarakat Babar di perantauan, baik dalam bentuk modal, keahlian, pengalaman, jaringan maupun pengetahuan, diarahkan untuk dikoneksikan dengan kebutuhan pembangunan di daerah asal.
Pilar ini menjadi bagian penting karena masyarakat perantauan tidak hanya dipandang sebagai kelompok yang berada jauh dari tanah kelahiran, tetapi juga memiliki potensi sumber daya yang dapat dikembangkan untuk mendukung pembangunan Kepulauan Babar.
PEMASKEBAR Nyatakan Kesiapan Jadi Mitra Pemerintah
PEMASKEBAR juga menyatakan kesiapan untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan, menjaga kerukunan dan memperkuat kedamaian masyarakat.
Masyarakat Babar yang tersebar di berbagai daerah dan bekerja dalam beragam bidang, mulai dari akademisi, pengusaha, birokrat hingga profesional, dinilai memiliki jejaring yang dapat dimanfaatkan untuk membuka ruang investasi, inovasi dan transfer pengetahuan ke kampung halaman.
Dengan demikian, organisasi masyarakat perantauan diharapkan tidak hanya menjadi ruang silaturahmi, tetapi juga dapat berfungsi sebagai jembatan antara potensi masyarakat diaspora dan kebutuhan pembangunan di daerah asal.
Kontribusi tersebut dapat diwujudkan melalui penguatan jaringan usaha, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, promosi potensi daerah, pengembangan kebudayaan serta dukungan terhadap berbagai program pembangunan yang relevan.
Dari Solidaritas Perantauan Menuju Kerja Nyata
Tema “Merawat Ikatan Batin, Membangun Kampung, Menata Masa Depan Bersama” menjadi pesan utama dalam KLB dan Rakernas PEMASKEBAR 2026.
Ikatan masyarakat Babar di perantauan diharapkan tidak berhenti pada hubungan emosional dan silaturahmi, tetapi dapat diterjemahkan menjadi kerja organisasi yang memberikan manfaat nyata.
Ketua Umum PEMASKEBAR mengajak seluruh elemen organisasi untuk menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi.
“Mari kita tanggalkan kepentingan pribadi dan leburkan niat ke dalam semangat organisasi demi satu tujuan besar: menjaga kehormatan basudara kita di perantauan dan membangun kemajuan di kampung halaman.”
KLB dan Rakernas PEMASKEBAR 2026 menjadi ruang untuk mempertemukan gagasan, melakukan evaluasi sekaligus menyusun arah gerak organisasi untuk lima tahun mendatang.
Pesan yang dibawa dari forum tersebut jelas: kekuatan masyarakat Babar di perantauan harus mampu dihubungkan dengan kebutuhan kampung halaman.
Sebab, membangun kampung bukan hanya pekerjaan mereka yang tinggal di tanah kelahiran. Diaspora pun memiliki ruang, tanggung jawab dan potensi untuk ikut menentukan masa depan daerah asalnya. (MIM-MDO)






