
MALUKU INDOMEDIA.COM, DOBO — Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kepulauan Aru masa bakti 2026–2030.
Kaidel ditetapkan dalam Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (MUSORKABLUB) KONI Kepulauan Aru yang berlangsung di Aula Caffe Gospel, Dobo, Selasa (18/8/2026).
Keputusan tersebut lahir setelah Tim Penjaringan Bakal Calon menyampaikan bahwa Kaidel merupakan satu-satunya kandidat yang mendaftar dan dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan. Dengan demikian, forum musyawarah menetapkan Kaidel sebagai calon tunggal dan memilihnya secara aklamasi.
Pimpinan sidang kemudian menetapkan Timotius Kaidel sebagai Ketua Umum KONI Kabupaten Kepulauan Aru melalui Surat Keputusan Nomor 07/Musorkalub-Aru.KA/VIII/2026.
Terpilihnya Kaidel sekaligus menandai upaya mengakhiri kevakuman kepengurusan KONI Aru yang disebut telah berlangsung sejak 2022.
Akui Bukan Orang Lama di Organisasi Olahraga
Dalam sambutannya setelah ditetapkan sebagai ketua, Kaidel mengakui dirinya bukan figur yang selama ini aktif dalam organisasi olahraga.
“Saya belum pernah terlibat langsung dalam organisasi olahraga, namun dengan arahan dan dukungan semua pihak, semoga KONI Aru semakin mantap dan berjalan sesuai harapan kita bersama,” ujar Kaidel.
Ia menilai kepercayaan yang diberikan seluruh unsur KONI Kabupaten maupun KONI Provinsi Maluku merupakan tanggung jawab besar yang harus dijawab dengan kerja nyata.
Kaidel juga memasang target untuk membawa prestasi olahraga Kepulauan Aru ke level yang lebih tinggi.
Pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (POPMAL) sebelumnya, Kepulauan Aru berada di peringkat keenam dari 11 kabupaten/kota. Posisi tersebut, menurut Kaidel, harus menjadi pijakan untuk meningkatkan pembinaan sekaligus prestasi atlet Aru.
GOR dan Lapangan Sepak Bola Jadi Perhatian
Persoalan klasik olahraga Aru, yakni keterbatasan sarana dan prasarana, menjadi salah satu pekerjaan rumah utama kepengurusan baru.
Kaidel berkomitmen mendorong percepatan penyelesaian renovasi Gedung Olahraga (GOR) dan Lapangan Sepak Bola Gawang Besar yang selama ini belum tuntas.
“Kami berharap tahun ini Gedung Olahraga (GOR) dan Lapangan Sepak Bola Gawang Besar yang mangkrak dapat selesai direnovasi,” tegasnya.
Menurutnya, pembenahan infrastruktur olahraga menjadi fondasi penting sebelum Aru berbicara lebih jauh mengenai penyelenggaraan berbagai kompetisi.
Jika fasilitas telah memadai, Kaidel berencana mendorong pelaksanaan turnamen mulai dari tingkat kabupaten hingga menggelar turnamen futsal berskala nasional.
Fokus pada Cabor Unggulan dan Regenerasi Atlet
Selain infrastruktur, KONI Aru di bawah kepemimpinan Kaidel akan diarahkan untuk memperkuat pembinaan cabang olahraga yang memiliki potensi prestasi.
Beberapa cabang yang menjadi perhatian antara lain panahan, taekwondo dan wushu.
Pembibitan atlet juga akan kembali diperkuat, termasuk pada cabang atletik dan tinju yang sebelumnya pernah mengharumkan nama Kepulauan Aru hingga ke level Asian Games.
Langkah ini menjadi penting agar pembinaan tidak berhenti pada atlet yang sudah berprestasi, tetapi mampu melahirkan generasi baru secara berkelanjutan.
Pelantikan Menunggu Struktur Kepengurusan Rampung
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kepulauan Aru sekaligus Karateker Sekretaris KONI Aru, David Laim, mengatakan pelantikan pengurus definitif belum dapat ditentukan waktunya.
Menurut Laim, tahapan tersebut baru dapat dilakukan setelah Ketua Umum terpilih bersama Tim Formatur menyelesaikan penyusunan struktur kepengurusan KONI Aru periode 2026–2030.
“Pak Bupati selaku Ketua terpilih akan dibantu oleh Tim Formatur untuk menyusun struktur kepengurusan yang baru, setelah itu baru ditetapkan waktu pelantikan,” kata Laim.
MUSORKABLUB tersebut turut dihadiri Pengurus KONI Provinsi Maluku, Pengurus Karateker KONI Kabupaten Kepulauan Aru, unsur Forkopimda, kepala OPD, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda serta pimpinan cabang olahraga se-Kabupaten Kepulauan Aru.
Kini, setelah kepemimpinan baru terbentuk, tantangan terbesar KONI Aru bukan lagi sekadar mengisi kekosongan organisasi, melainkan membuktikan bahwa perubahan kepengurusan mampu berbanding lurus dengan peningkatan prestasi atlet.
Aru memiliki pekerjaan besar: membenahi fasilitas, memperkuat pembinaan, menemukan bibit atlet dan memastikan anggaran olahraga benar-benar bermuara pada prestasi.
KONI Aru kini memasuki babak baru. Aklamasi telah selesai, pekerjaan justru baru dimulai. (MIM-REDAKSI)







