
MALUKU INDOMEDIA.COM, SBB— Menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) bukan semata tugas aparat kepolisian. Di tengah dinamika sosial masyarakat, peran tokoh pemuda menjadi salah satu kekuatan penting untuk mencegah berkembangnya provokasi, hoaks, maupun potensi konflik di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).
Semangat tersebut mengemuka dalam silaturahmi Kapolres SBB AKBP Refindo Pradikta Rulando, S.I.K., M.A.P., C.L.M.A. bersama sejumlah tokoh pemuda SBB, Rabu (23/9/2026) sekitar pukul 20.20 WIT.
Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dan menjadi ruang komunikasi antara kepolisian dan generasi muda untuk membahas situasi sosial serta menjaga stabilitas keamanan di daerah berjuluk Bumi Saka Mese Nusa tersebut.
Sejumlah tokoh pemuda yang hadir antara lain Mekisedek Tuhehai (Tokoh Pemuda Kamarian), Bob Hehatubun (Tokoh Pemuda Hatusua), Niko Waerata (Tokoh Pemuda Tihulake), dan Yanto (Tokoh Pemuda Waihatu).
Dalam pertemuan itu, para tokoh pemuda menyatakan komitmen untuk mendukung tugas kepolisian dalam menjaga Kamtibmas.
Mereka menyatakan akan berperan aktif membantu kepolisian sesuai kapasitas masing-masing, terutama dalam menjaga komunikasi di tengah masyarakat dan mencegah munculnya persoalan yang dapat berkembang menjadi konflik.
“Kami akan mendukung Bapak Kapolres dalam menjaga situasi Kamtibmas. Kami akan proaktif membantu pihak Kepolisian semampu kami,” ujar salah satu tokoh pemuda.
Kesejahteraan dan Komunikasi Jadi Kunci
Selain persoalan keamanan, pertemuan tersebut turut menyoroti kondisi sosial masyarakat. Para tokoh pemuda berpandangan bahwa stabilitas keamanan memiliki keterkaitan erat dengan kondisi ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Menurut mereka, ketidakpuasan sosial yang tidak dikelola melalui komunikasi yang baik berpotensi menjadi pemicu persoalan di tengah masyarakat.
“Masyarakat SBB ini memiliki kultur yang semakin ditekan maka mereka akan semakin melawan. Potensi konflik yang ada di SBB rata-rata didasarkan pada rasa ketidakpuasan. Oleh karena itu, komunikasi yang humanis sangat penting,” ungkap mereka.
Pandangan tersebut menjadi catatan penting bahwa menjaga Kamtibmas tidak hanya membutuhkan pendekatan penegakan hukum, tetapi juga komunikasi, dialog dan pemahaman terhadap kondisi masyarakat.
Pemuda Diminta Jadi Penjaga Persatuan
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Kapolres SBB AKBP Refindo Pradikta Rulando menyampaikan apresiasi atas dukungan dan komitmen para tokoh pemuda.
Kapolres menegaskan bahwa kepolisian tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga keamanan. Dukungan masyarakat, termasuk pemuda, menjadi bagian penting dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif.
Pemuda, kata Kapolres, memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan sekaligus bagian dari kekuatan sosial yang dapat menjaga persatuan masyarakat.
Karena itu, para tokoh pemuda diajak bersama-sama menangkal penyebaran hoaks, ujaran kebencian dan provokasi yang berpotensi memecah belah masyarakat.
Pesan yang dibangun dalam pertemuan tersebut sederhana namun penting: jangan biarkan informasi yang belum terverifikasi menjadi bahan bakar konflik.
Silaturahmi Kapolres SBB bersama tokoh pemuda ini menjadi bagian dari upaya Polres SBB memperkuat sinergitas dengan seluruh elemen masyarakat.
Kolaborasi kepolisian dan masyarakat diharapkan dapat menjadi fondasi dalam menjaga SBB tetap aman, damai dan kondusif, sekaligus membangun ruang dialog yang sehat ketika muncul persoalan di tengah masyarakat. (MIM-MDO)






