
MALUKU INDOMEDIA.COM, AMBON– Komisi III DPRD Provinsi Maluku menegaskan perlunya profesionalisme dalam pengelolaan PT Maluku Energi Abadi (MEA) agar perusahaan milik daerah itu benar-benar memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Anggota Komisi III DPRD Provinsi Maluku, Richard Rahakbauw, mengatakan bahwa persoalan Maluku Energi harus dijadikan pelajaran berharga dari pengalaman sebelumnya. Menurutnya, posisi strategis di tubuh perusahaan harus diisi oleh orang yang mampu berkomunikasi efektif dengan pemerintah pusat, agar percepatan pelaksanaan kewenangan pemerintah provinsi, terutama dalam pengelolaan 10% participating interest, dapat segera terlaksana.
“Kita harus belajar dari pengalaman. Dulu yang duduk di Maluku Energi adalah orang-orang profesional tetapi malah tidak ada kontribusi.
Ke depan dibutuhkan figur yang punya kapasitas dan komitmen, bukan hanya politik. Tujuannya agar PT Maluku Energi bisa menjadi sumber keuntungan bagi PAD Provinsi Maluku,” tegas Richard, Kamis (12/11/2025).
Ia juga menyoroti lemahnya kinerja BUMD Maluku selama ini. Hanya Bank Maluku yang mampu memberikan kontribusi nyata, sementara MEA dan Panca Karya dinilai belum menghasilkan apa pun, meski telah mendapat penyertaan modal daerah mencapai Rp 25 miliar.
Lebih lanjut, Richard meminta agar PT Maluku Energi Ambon berperan aktif ketika Blok Masela mulai beroperasi. Ia menekankan agar rekrutmen tenaga kerja mengutamakan putra-putri daerah Maluku yang memiliki kompetensi di bidangnya.
“Blok Masela adalah salah satu solusi untuk keluar dari jurang kemiskinan. Maluku masih berada di urutan keempat termiskin di Indonesia. Karena itu, saya minta agar PT MEA memperjuangkan anak daerah agar dapat bekerja di sektor migas, khususnya di Blok Masela,” ujarnya.
Selain Blok Masela, Richard juga berharap PT MEA mampu mengelola Blok Bula dan memberikan kontribusi bagi pembangunan di Maluku.
Sebagai langkah konkret, Komisi III DPRD Provinsi Maluku akan segera memanggil Komisaris dan Direktur Utama PT Maluku Energi untuk memaparkan master plan lima tahun ke depan, termasuk strategi pengembangan bisnis dan target kontribusi terhadap PAD.
“Kita ingin lihat keseriusan mereka. MEA harus punya roadmap yang jelas, target yang realistis, dan langkah konkret agar Maluku Energi tidak hanya menjadi nama tanpa hasil,” tutup Richard. (MIM-MDO)






