
MALUKU INDOMEDIA.COM, AMBON — Kepedulian sosial tidak cukup berhenti pada slogan. Ia harus hadir, menyentuh kebutuhan warga dan meninggalkan manfaat yang bisa dirasakan.
Semangat itulah yang dibawa Majelis Pengurus Wilayah (MPW) Pemuda Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI) Provinsi Maluku bersama Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku melalui kegiatan bakti sosial bertajuk “Sehat Bersama, Tebar Manfaat, Par Ambon–Maluku Pung Bae”, Jumat (4/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Balai Dusun Waringin Cap sejak pukul 08.30 WIT tersebut menjadi ruang perjumpaan antara gerakan kepemudaan, pemberdayaan keluarga dan dunia usaha untuk menghadirkan aksi sosial yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Di tengah berbagai persoalan sosial yang membutuhkan kerja bersama, kolaborasi semacam ini menjadi penting. Sebab, membangun kesejahteraan masyarakat tidak mungkin hanya mengandalkan satu institusi.
Ketua Umum MPW Pemuda ICMI Maluku, Burhanudin Rumbouw, S.Pi., M.Si., menegaskan bahwa gerakan sosial harus diterjemahkan menjadi tindakan nyata.
“Dukungan seperti ini sangat berarti bagi kami dan tentunya memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Burhanudin, sembari menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung kegiatan tersebut.
PT SMR Didorong Jadi Bagian dari Gerakan Sosial
Burhanudin secara khusus mengapresiasi kontribusi PT Siwalima Maluku Raya (SMR) yang dinilai turut menopang pelaksanaan kegiatan bakti sosial tersebut.
Menurutnya, keterlibatan dunia usaha dalam kegiatan sosial bukan sekadar dukungan terhadap sebuah agenda, tetapi merupakan bagian dari tanggung jawab bersama untuk memperluas manfaat pembangunan.
Pemuda ICMI Maluku, kata dia, menyadari bahwa kerja-kerja sosial tidak dapat dilakukan sendirian. Dibutuhkan sinergi antara pemuda, pemerintah, organisasi masyarakat, dunia usaha dan berbagai elemen masyarakat.
Di titik inilah kolaborasi menjadi lebih dari sekadar seremoni: menjadi energi untuk menghadirkan manfaat.
TP PKK Perkuat Sentuhan Pemberdayaan Keluarga
Keterlibatan TP PKK Provinsi Maluku memberikan warna tersendiri dalam kegiatan tersebut. Gerakan pemberdayaan keluarga dinilai memiliki posisi strategis karena kesehatan dan kesejahteraan masyarakat berawal dari lingkungan keluarga.
Sinergi Pemuda ICMI dan TP PKK sekaligus memperlihatkan bahwa persoalan masyarakat membutuhkan pendekatan lintas sektor.
Kesehatan, kesejahteraan, pemberdayaan dan kepedulian sosial tidak bisa dipisahkan.
Karena itu, kegiatan di Waringin Cap diharapkan tidak berhenti sebagai agenda satu hari, tetapi menjadi bagian dari gerakan sosial yang terus tumbuh dan menjangkau lebih banyak masyarakat.
Pemuda Tak Cukup Berwacana
Bagi MPW Pemuda ICMI Maluku, keterlibatan pemuda dalam kehidupan sosial harus melampaui ruang diskusi.
Pemuda harus hadir ketika masyarakat membutuhkan.
Gagasan, intelektualitas dan kepeloporan pemuda harus menemukan bentuk konkretnya melalui aksi yang memberikan solusi.
Semangat tersebut sejalan dengan pesan yang dibawa dalam kegiatan ini: “Terus Bekerja Par Maluku Pung Bae.”
Pesan sederhana, tetapi memiliki makna besar. Maluku tidak akan bergerak hanya dengan retorika. Dibutuhkan kerja bersama, kepedulian dan keberanian untuk turun langsung melihat serta menjawab kebutuhan masyarakat.
Dukungan PT SMR menjadi salah satu bagian dari mata rantai kolaborasi tersebut. Ketika dunia usaha tidak hanya berbicara mengenai aktivitas bisnis, tetapi juga mengambil bagian dalam kepedulian sosial, ruang manfaat bagi masyarakat menjadi lebih luas.
Pada akhirnya, “Sehat Bersama, Tebar Manfaat” bukan hanya nama kegiatan.
Ia menjadi pesan bahwa pembangunan masyarakat membutuhkan lebih banyak tangan yang bekerja, bukan sekadar lebih banyak suara yang berbicara. (MIM-MDO)







