
MALUKU INDOMEDIA.COM, AMBON– Gelombang tekanan publik terhadap dugaan kasus di Dok Wayame kian menguat. Organisasi Pemuda LIRA di bawah kepemimpinan Ketua LIRA, Salim Rumahkefing, memastikan akan menggelar aksi demonstrasi pada Kamis, 7 Mei 2026, di dua titik strategis: Kejaksaan Negeri Kota Ambon dan Kantor Gubernur Maluku.
Aksi ini bukan sekadar simbolik. Ini adalah sinyal keras bahwa kesabaran publik mulai menipis terhadap lambannya penanganan kasus yang diduga merugikan keuangan daerah.
Dalam rilis seruan aksi, Pemuda LIRA menegaskan tiga tuntutan utama yang dinilai krusial dan tidak bisa lagi ditunda.
Pertama, mereka mendesak Kejaksaan Negeri Kota Ambon untuk segera bersikap tegas dan profesional dalam menetapkan tersangka pada kasus Dok Wayame. Bagi mereka, proses hukum yang berlarut-larut justru membuka ruang spekulasi dan menurunkan kepercayaan publik.
Kedua, Kejaksaan juga diminta segera menyurati Badan Pemeriksa Keuangan (BPK RI) guna mempercepat keluarnya hasil audit. Audit tersebut dianggap sebagai kunci untuk mengungkap secara terang benderang potensi kerugian negara dalam kasus ini.
Ketiga, tekanan diarahkan ke level eksekutif. Pemuda LIRA mendesak Gubernur Maluku untuk segera melakukan evaluasi total terhadap jajaran komisaris dan pimpinan perusahaan Dok Wayame. Mereka menilai, pembenahan struktural menjadi langkah penting agar persoalan serupa tidak terus berulang.
Ketua LIRA, Salim Rumahkefing, menegaskan bahwa aksi ini adalah bentuk kontrol sosial yang sah dan konstitusional.
“Ini bukan sekadar aksi, ini peringatan. Publik butuh kepastian hukum, bukan janji. Kalau lambat terus, kami akan terus kembali ke jalan,” tegasnya.
Aksi yang diperkirakan melibatkan sekitar 100 massa ini akan dikawal secara terorganisir dengan Koordinator Lapangan Kaimudin.
Situasi ini menjadi ujian serius bagi aparat penegak hukum dan pemerintah daerah. Di tengah sorotan publik, langkah lamban bisa berujung pada krisis kepercayaan yang lebih dalam.
Pemuda LIRA tampaknya tak ingin memberi ruang kompromi: hukum harus berjalan, atau tekanan jalanan akan terus membesar. (MIM-MDO)






