
MALUKU INDOMEDIA.COM, AMBON– Komitmen akademik dan rekam jejak internasional Prof. Dr. Wilma Akihary, S.Pd., M.Hum., semakin mengukuhkan posisinya sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Pendidikan Bahasa–Linguistik di Universitas Pattimura.
Dalam Rapat Terbuka Luar Biasa Senat, Wilma tidak hanya memaparkan gagasan integrasi linguistik, multikulturalisme, dan teknologi, tetapi juga menampilkan fondasi akademik yang kuat dan terukur.
Akademisi dengan Rekam Jejak Lengkap
Lahir di Ambon, 8 September 1969, Wilma menempuh pendidikan S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Jerman di Universitas Negeri Manado (1994), S2 Linguistik di Universitas Sam Ratulangi (2000), serta meraih gelar doktor di Universitas Negeri Malang (2014).
Ia resmi menyandang jabatan Guru Besar terhitung 1 Desember 2025, setelah sebelumnya menjabat Lektor Kepala (700 kum) dan mencapai pangkat Pembina Utama Muda (IV/c). Saat ini, ia juga dipercaya sebagai Sekretaris Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni FKIP Unpatti periode 2024–2028.
Publikasi Bereputasi & Kiprah Internasional
Produktivitas ilmiahnya terlihat dari publikasi di jurnal internasional bereputasi seperti Journal of Education and Learning (2024) serta EduLearn (2023). Di tingkat nasional, risetnya tentang pembelajaran berbasis kearifan lokal dan analisis morfologi bahasa Jerman terbit di jurnal terakreditasi.
Tak hanya meneliti, Wilma juga aktif sebagai reviewer di jurnal internasional seperti Journal of Turkish Science Education dan International Journal of Learning, Teaching and Educational Research (2021–2025).
Pada 2025, ia memimpin penelitian hibah internal Unpatti terkait pengembangan model pembelajaran berbasis Multiple Intelligences terintegrasi budaya Maluku.
Pengabdian & Jejak Global
Dalam ranah pengabdian, ia menginisiasi penerapan model Schneeball-Wirbelgruppe di SD Inpres 42 Ambon serta pelatihan transformasi digital bagi guru di SMP Negeri 4 Kairatu, termasuk pengenalan teknologi AI dalam pembelajaran bahasa.
Wilma juga menjadi Penguji Regional Deutscholympiade wilayah Maluku, Papua, dan Barat Daya sejak 2022.
Kiprah globalnya tercatat saat menjadi Guest Lecturer di Universitas Dresden, Jerman (2024), membawakan topik “Digital Media in German Education”. Ia juga menyelesaikan kursus Bahasa Jerman level C1.2 di Goethe-Institut Dresden serta mengikuti workshop internasional bertema AI untuk pengajaran bahasa asing.
Pendidikan sebagai Jalan Transformasi
Dengan kombinasi pengalaman akademik, sosial—termasuk keterlibatan bersama Mercy Corps pasca-konflik Maluku—dan inovasi digital, Wilma menegaskan bahwa pendidikan bahasa harus menjadi ruang transformasi.
“Integrasi linguistik, multikulturalisme, dan teknologi adalah keniscayaan. Pendidikan tidak boleh berjalan di tempat,” tegasnya.
Profil ini menegaskan satu hal: Guru Besar bukan sekadar jabatan administratif, melainkan tanggung jawab moral dan intelektual untuk membangun Maluku melalui pendidikan yang inklusif, adaptif, dan visioner. (MIM-MDO)







