
MALUKU INDOMEDIA.COM, GESER— Semangat kemerdekaan tak hanya berkibar di daratan. Di Negeri Geser, Kecamatan Seram Timur, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), semangat itu mengalir bersama riak laut ketika 16 perahu perempuan turun berlaga dalam Lomba Dayung Perahu Wanita, Rabu (19/8/2026).
Digelar Pemerintah Desa Negeri Geser dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, perlombaan tersebut bukan sekadar adu kecepatan. Di balik kayuhan para perempuan Geser, tersimpan pesan yang lebih besar: budaya bahari harus tetap hidup dan diwariskan sebagai identitas masyarakat pesisir.
Sorak-sorai warga yang memadati lokasi perlombaan membuat suasana semakin semarak. Para peserta tampil penuh energi, kompak dan menjunjung sportivitas hingga garis akhir.
Kegiatan ini juga menjadi ruang pembuktian bahwa perempuan bukan sekadar penonton dalam pembangunan desa. Mereka hadir sebagai pelaku utama dalam olahraga, budaya, kehidupan sosial, sekaligus penjaga tradisi masyarakat pesisir.
Dana Desa Didorong untuk Hidupkan Potensi Lokal
Pemerintah Desa Negeri Geser menyebut kegiatan tersebut turut didukung melalui alokasi Dana Desa sebesar 3 persen untuk kegiatan pemberdayaan dan kemasyarakatan dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-81.
Pemanfaatan anggaran itu diarahkan agar perayaan kemerdekaan tidak berhenti pada seremoni, tetapi mampu menghadirkan kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat sekaligus menghidupkan potensi lokal.
Pesannya jelas: uang desa harus kembali dirasakan manfaatnya oleh masyarakat
Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Seram Timur S. Awat Alahamid, S.Sos., Kapolsek Geser, Kepala Lapas Kelas III Geser beserta wakil, Wakil Danramil, serta masyarakat Negeri Geser.
Camat Seram Timur secara langsung membuka perlombaan tersebut. Ia memberikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Negeri Geser dan masyarakat karena mampu mengemas peringatan HUT RI melalui kegiatan yang mengangkat kekayaan budaya setempat.
Menurutnya, lomba dayung dapat menjadi pintu masuk untuk memperkuat identitas dan kearifan lokal masyarakat Seram Timur.
“Ke depan, semua desa yang berada di Kecamatan Seram Timur dianjurkan untuk dapat berpartisipasi dalam kegiatan seperti ini. Nanti semua titik kumpul di kecamatan dan semua lomba harus bernuansa kearifan lokal,” ujar S. Awat Alahamid.

Dari Lomba Desa Menuju Wisata Bahari
Pemerintah Desa Negeri Geser melihat potensi yang lebih besar dari sekadar perlombaan tahunan.
Pejabat Kepala Negeri Geser, Suilani Kelian, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan sehingga menjadi bagian dari atraksi budaya dan wisata bahari.
“Pemerintah Desa Negeri Geser berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan dan dikembangkan pada tahun-tahun mendatang. Selain menjadi hiburan masyarakat, lomba dayung dapat dikembangkan sebagai bagian dari wisata bahari dan atraksi budaya lokal Negeri Geser,” ungkapnya.
Gagasan itu bukan tanpa alasan. Negeri Geser memiliki karakter masyarakat pesisir yang kehidupannya lekat dengan laut. Perahu, dayung, tradisi, dan aktivitas masyarakat bahari merupakan modal sosial sekaligus potensi ekonomi yang dapat dikembangkan.
Jika dikelola secara konsisten, lomba dayung perempuan bukan tidak mungkin berubah menjadi agenda wisata tahunan yang mampu menarik perhatian masyarakat dari desa-desa lain, bahkan wisatawan dari luar daerah.
16 Perahu, Satu Pesan: Perempuan dan Budaya Tak Boleh Ditinggalkan
Keikutsertaan 16 perahu perempuan memberikan warna tersendiri dalam perayaan HUT RI di Negeri Geser.
Para perempuan yang berlaga tidak hanya membawa nama kelompok dan desa, tetapi juga memperlihatkan kekuatan kebersamaan masyarakat pesisir. Setiap kayuhan menjadi simbol kerja kolektif—bahwa sebuah tujuan tidak akan tercapai tanpa kekompakan.
Di tengah perubahan zaman, tradisi semacam ini menghadapi tantangan untuk tetap bertahan. Karena itu, mengemas budaya dalam bentuk kegiatan yang diminati masyarakat menjadi salah satu cara agar kearifan lokal tidak sekadar menjadi cerita masa lalu.
Peringatan kemerdekaan pun akhirnya memiliki makna yang lebih substantif: merayakan Indonesia dengan cara merawat identitas daerah.
Pemerintah Desa Negeri Geser mengajak seluruh masyarakat menjaga persatuan, sportivitas dan kebersamaan, sekaligus menjadikan potensi bahari sebagai kekuatan pembangunan desa.
“Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Bersama masyarakat, lestarikan budaya, kuatkan persatuan, dan bangun Negeri Geser melalui kearifan lokal,” tutup Suilani Kelian. (MIM-MDO)





