
MALUKU INDOMEDIA.COM, AMBON— Kepedulian sosial jemaat kembali terlihat di Waihoka. Warga jemaat GPM Petra melalui Pelayanan Pria (Pelpri) Sektor Elohim bergotong royong memperbaiki jalan rusak di sekitar gereja, yang selama ini menjadi akses utama masyarakat sekitar.
Kegiatan perbaikan jalan ini dilakukan secara swadaya, tanpa dukungan dana dari pemerintah. Para jemaat bekerja bersama menutup lubang-lubang besar di badan jalan menggunakan material seadanya demi kenyamanan pengguna jalan dan keselamatan warga sekitar.
Ketua Pelpri Sektor Elohim, Hans Lekawael, mengatakan aksi ini berangkat dari kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
“Ini jalan umum, bukan jalan setapak. Kami berharap Pemerintah Daerah Provinsi Maluku dan Pemerintah Kota Ambon bisa memperhatikan kondisi ini. Tahun 2026, kalau bisa, tolong dilakukan hotmix supaya masyarakat juga senang,” ujarnya tegas di sela kegiatan.
Selain jemaat pria, ibu-ibu dan anak muda gereja juga ikut ambil bagian dalam kerja bakti ini. Mereka menyiapkan makanan, mengangkat material, dan turut menjaga semangat gotong royong agar tetap menyala.
Salah satu jemaat, Maria Pattiasina, menuturkan dengan nada reflektif,
“Katong seng butuh janji besar, cukup lihat dan turun bantu yang kecil tapi nyata. Jalan ini tiap hari orang lewati, kalau rusak terus, siapa yang peduli kalau bukan katong sendiri?”
Kegiatan Pelpri Sektor Elohim ini menjadi cermin bahwa solidaritas masyarakat masih hidup — meski kadang perhatian pemerintah belum sampai pada hal-hal sederhana yang justru sangat dibutuhkan rakyat.
Namun demikian, suara masyarakat sudah jelas:
Jalan ini bukan sekadar akses menuju gereja, tapi urat nadi kehidupan sosial warga. Sudah seharusnya pemerintah tidak menutup mata terhadap jeritan rakyat kecil yang memperbaiki jalan dengan tangan sendiri.
Jika tahun 2026 nanti pemerintah benar-benar menepati harapan mereka dengan melakukan hotmix di wilayah Waihoka, maka itu bukan sekadar pembangunan fisik — melainkan pengakuan atas gotong royong rakyat yang selama ini bekerja dalam diam. (MIM-MDO)







