
MALUKU INDOMEDIA.COM, JAKARTA– Investor asal Korea melalui perusahaan global KKDC resmi membuka kantor perwakilan di Jakarta sekaligus meresmikan NØN by KKDC, Selasa (3/3/2026).
Momentum peresmian ditandai dengan seremoni pengguntingan pita bertuliskan Grand Opening NØN by KKDC. Special Advisor KKDC Indonesia, Febry Calvin Tetelepta (FCT), berdiri di garis depan bersama jajaran petinggi internasional KKDC, menandai dimulainya babak baru ekspansi mereka di Indonesia.
Peresmian ini bukan sekadar seremoni bisnis. Di balik pita kuning yang terbentang, tersirat pesan strategis: Indonesia kini masuk dalam orbit penting ekspansi global KKDC.
Turut hadir para pimpinan lintas negara yang mempertegas bobot acara tersebut, di antaranya Tim Young (England Design House), Jack Choo (CEO KKDC Jepang), Sam Jeon (China), Bosun Lee (America), Kiattasak (Kong) Ek-Iamsin (Thailand), serta David C. Jr. (Taiwan). Kehadiran mereka menjadi sinyal kuat bahwa proyek Indonesia bukan proyek pinggiran, melainkan bagian dari arsitektur global KKDC.
Bukan Sekadar Ekspansi
Dalam sambutannya, FCT menegaskan bahwa kehadiran KKDC di Jakarta adalah langkah strategis jangka panjang.
“KKDC dikenal secara global sebagai brand decorative lighting berstandar teknologi tinggi. Namun kehadiran kami di Indonesia bukan sekadar ekspansi bisnis. Ini adalah awal kolaborasi dan ruang lahirnya gagasan-gagasan besar,” ujarnya.
Ia menambahkan, Jakarta dipilih sebagai pusat karena memiliki ekosistem bisnis dan industri kreatif yang dinamis.
“Kami ingin menghadirkan kualitas global dengan dukungan lokal. NØN bukan hanya ruang fisik, tetapi ruang ide—tempat diskusi, refleksi, dan kolaborasi lintas sektor,” tegas FCT.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa investasi ini bergerak melampaui transaksi komersial. Ada visi membangun ekosistem kreatif yang berkelanjutan—menghubungkan teknologi, desain, dan pengalaman ruang dalam satu narasi transformasi.
KKDC sendiri dikenal sebagai brand decorative lighting berstandar teknologi tinggi yang produknya telah menghiasi berbagai proyek prestisius dunia. Di Indonesia, jejak pencahayaan mereka dapat ditemukan di Plaza Indonesia, sementara secara global hadir di lokasi ikonik seperti Jewel Changi Airport.
Kini, melalui NØN di Jakarta, konsep pencahayaan tidak lagi sekadar fungsi teknis, melainkan pengalaman yang membangun emosi dan identitas ruang.
NØN: Ruang, Rasa, dan Refleksi
Berbeda dari showroom konvensional, NØN by KKDC dirancang sebagai creative hub yang memadukan taman, area refleksi, café, bar, galeri, hingga ruang pertemuan bisnis dalam satu konsep harmonis dan progresif.
Setiap sudut pencahayaan ditata untuk menunjukkan bagaimana tata cahaya mampu mengubah suasana dan membangun emosi ruang.
“Cahaya bukan sekadar fungsi. Ia adalah bahasa desain yang membentuk identitas dan pengalaman,” tambah FCT.
Di sinilah transformasi terjadi—bukan hanya pada desain, tetapi pada cara orang merasakan, berdiskusi, dan membangun kolaborasi.
Sinyal Kuat Investasi Asing
Masuknya investor Korea melalui KKDC menjadi indikator positif bagi iklim investasi kreatif di Indonesia. Transfer teknologi, kolaborasi desain, hingga penguatan ekosistem hospitality dan industri kreatif menjadi peluang nyata yang kini terbuka.
Menutup sambutannya, FCT menyampaikan pesan reflektif:
“Peresmian ini bukan tentang lampu yang menyala hari ini. Ini tentang gagasan yang terus hidup dan masa depan industri kreatif Indonesia yang sedang kita rancang bersama.”
Dalam konteks lebih luas, kehadiran kantor KKDC Indonesia menunjukkan bahwa sektor creative transformative industry tidak lagi dipandang sebagai pelengkap, tetapi sebagai motor pertumbuhan baru.
Peresmian NØN by KKDC di Jakarta bukan hanya agenda bisnis. Ia adalah pernyataan arah: industri kreatif berbasis transformasi kini benar-benar mengambil panggung. (MIM-MDO)







