
MALUKU INDOMEDIA.COM, ARU— Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (BADKO HMI) Maluku terus menegaskan perannya sebagai kekuatan intelektual muda dengan membangun sinergi strategis bersama pemerintah daerah. Hal ini terlihat dalam agenda silaturahmi dengan Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, yang berlangsung hangat namun sarat substansi.
Kunjungan yang diwakili Ketua Bidang PAO BADKO HMI Maluku, Ali Akbar Anzalta, ini bukan sekadar seremonial. Pertemuan tersebut menjadi ruang dialektika antara pemuda dan pemerintah dalam merespons tantangan pembangunan daerah yang semakin kompleks.
Bupati Aru menyambut positif langkah tersebut dan menegaskan bahwa pemerintah membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi organisasi kepemudaan. Ia menilai HMI memiliki posisi strategis sebagai motor penggerak perubahan, terutama dalam mendorong penguatan kualitas sumber daya manusia dan pemberdayaan masyarakat.
“Pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton. HMI harus hadir sebagai mitra kritis sekaligus solutif dalam pembangunan daerah,” tegasnya.

Dalam diskusi, sejumlah isu krusial mengemuka, mulai dari penguatan kapasitas generasi muda, peran kader dalam menjawab persoalan lokal, hingga pentingnya kolaborasi lintas sektor yang konkret dan berkelanjutan. BADKO HMI Maluku menegaskan komitmennya untuk tidak hanya hadir dalam wacana, tetapi juga aksi nyata di tengah masyarakat.
Tak hanya itu, dukungan pemerintah daerah terhadap pengadaan sekretariat HMI Cabang Aru turut menjadi sorotan. Fasilitas ini dinilai vital dalam menunjang kaderisasi, diskusi intelektual, serta pengabdian sosial yang lebih terarah dan berdampak.
Agenda silaturahmi juga menyinggung pelaksanaan Konferensi HMI Cabang Aru dalam waktu dekat. Momentum ini dipandang sebagai langkah strategis dalam konsolidasi organisasi dan regenerasi kepemimpinan yang adaptif terhadap dinamika daerah.
Ali Akbar Anzalta menekankan, kekuatan HMI terletak pada kaderisasi yang konsisten dan relevan dengan perkembangan zaman.
“Kader HMI harus tajam secara intelektual, kuat dalam kepemimpinan, dan peka terhadap realitas sosial. Sinergi dengan pemerintah menjadi kunci agar kontribusi itu benar-benar terasa,” ujarnya.
Mengusung semangat #BergerakBersama, BADKO HMI Maluku berharap kolaborasi ini tidak berhenti pada tataran wacana, melainkan bertransformasi menjadi gerakan nyata yang mampu mendorong percepatan pembangunan Kepulauan Aru secara inklusif dan berkelanjutan.
Dengan posisi sebagai mitra kritis dan konstruktif, HMI dituntut tidak hanya bersuara, tetapi juga menghadirkan solusi. Sebab, masa depan daerah tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, melainkan juga oleh sejauh mana pemuda berani mengambil peran. (MIM-MDO)






