
MALUKU INDOMEDIA.COM, JAKARTA— Peran generasi muda gereja dalam membangun masa depan bangsa kembali ditegaskan dalam kegiatan pelatihan “Kaderisasi Profesional Muda Gereja” yang digelar pada Sabtu, 11 April 2026 oleh Sabam Sirait Institute.
Dalam forum nasional tersebut, narasumber asal Maluku, Febry Calvin Tetelepta (FCT), hadir membawa gagasan kritis dan inspiratif tentang pentingnya membentuk kader muda gereja yang tidak hanya kuat dalam iman, tetapi juga unggul dalam kapasitas kepemimpinan dan karya nyata.
Kegiatan ini diprakarsai oleh Maruarar Sirait sebagai bagian dari upaya melanjutkan nilai-nilai kebangsaan yang diwariskan oleh Sabam Sirait. Peserta yang hadir berasal dari seluruh Indonesia dan telah melalui proses seleksi ketat dengan standar tinggi.
Dalam pemaparannya, FCT menekankan bahwa kaderisasi gereja harus mampu melahirkan generasi yang adaptif, berintegritas, dan memiliki keberanian untuk tampil sebagai pemimpin di berbagai sektor strategis.
“Gereja tidak boleh kehilangan generasi terbaiknya. Anak-anak muda harus dipersiapkan bukan hanya untuk melayani, tetapi juga untuk memimpin dan memberi dampak nyata bagi bangsa,” tegasnya.
Forum ini juga menghadirkan para pemateri dari berbagai latar belakang strategis seperti menteri, birokrat, profesional bisnis, politisi, hingga unsur TNI-Polri, sehingga memberikan perspektif lintas sektor yang komprehensif bagi para peserta.
Kegiatan ini berada di bawah tanggung jawab akademik Binsar Pakpahan yang memastikan kualitas materi dan arah kaderisasi tetap berbasis pada kekuatan intelektual dan nilai-nilai teologis yang mendalam.
FCT menilai, forum ini menjadi bukti nyata bahwa masa depan Indonesia tengah dipersiapkan melalui tangan-tangan muda yang berkualitas.
“Kita optimis, Indonesia ke depan akan dipimpin oleh generasi muda yang bukan hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter, integritas, dan jaringan yang kuat,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh generasi muda untuk tidak lelah mencintai Indonesia serta terus mempersiapkan diri menjadi pemimpin yang mampu menjawab tantangan zaman.
Dengan pendekatan creative, transformative, kegiatan ini dinilai sebagai model kaderisasi strategis yang layak dikembangkan secara luas, termasuk di wilayah Maluku. (MIM-MDO)







