
MALUKU INDOMEDIA.COM. AMBON— Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) resmi mengesahkan dan melantik Dewan Pengarah serta Panitia Kongres XL GMKI dalam sebuah ibadah yang berlangsung di Gereja Bethania Ambon, Rabu (20/5/2026) malam.
Pelantikan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Pengurus Pusat GMKI Nomor: 390569/SU/INT/K/V/2026 tentang Pengesahan dan Pelantikan Panitia Kongres XL Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia.
Dalam keputusan itu, Febry Calvin Tetelepta (FCT) dipercaya memimpin Dewan Pengarah Kongres XL GMKI. Sementara Fredy Leiwakabessy ditetapkan sebagai Ketua Panitia dan Alberth Latuperissa sebagai Sekretaris Panitia Kongres.
Momentum pelantikan itu bukan sekadar seremoni organisasi. Di tengah dinamika internal gerakan mahasiswa dan tantangan sosial yang terus berubah, GMKI sedang berada di persimpangan penting: apakah kongres nanti akan melahirkan gagasan besar pembaharuan atau hanya menjadi rutinitas lima tahunan tanpa arah yang jelas.
Ibadah pelantikan dipimpin Pdt. E.T. Maspaitella yang dalam refleksi khotbahnya menegaskan bahwa setiap proses perubahan selalu lahir dari keberanian menghadapi risiko dan dinamika.
“Tidak ada perubahan tanpa keputusan. Tidak ada pembaharuan tanpa keberanian menghadapi tantangan,” tegas Maspaitella di hadapan peserta ibadah.
Ia mengingatkan bahwa GMKI memiliki tanggung jawab moral untuk tetap menjadi energi intelektual bagi gereja, perguruan tinggi, dan masyarakat.
Menurutnya, kongres bukan hanya forum memilih pengurus baru, tetapi ruang evaluasi terhadap arah perjuangan organisasi di tengah krisis sosial, ketidakpastian ekonomi, hingga melemahnya idealisme sebagian generasi muda.
“Kongres harus melahirkan keberanian berpikir dan keberanian bertindak. GMKI tidak boleh kehilangan daya kritis dan panggilan pelayanannya,” ujarnya.
Kehadiran FCT di pucuk Dewan Pengarah juga menjadi sorotan tersendiri. Figur yang dikenal aktif dalam ruang-ruang gerakan dan konsolidasi nasional itu dinilai memiliki tanggung jawab besar menjaga arah kongres tetap independen, progresif, dan bermartabat.
Sementara itu, Ketua Panitia Fredy Leiwakabessy menyampaikan bahwa seluruh elemen panitia akan bekerja maksimal demi memastikan kongres berjalan tertib, terukur, dan mampu menghadirkan substansi, bukan sekadar agenda seremonial.
“Kami ingin Kongres XL GMKI menjadi ruang konsolidasi pemikiran dan gerakan, bukan hanya pergantian kepengurusan,” katanya.
Pelantikan ini sekaligus menjadi tanda dimulainya konsolidasi besar GMKI menuju Kongres XL. Publik kini menunggu sejauh mana organisasi kader itu mampu menjawab tantangan zaman dan tetap relevan sebagai kekuatan intelektual muda Kristen di Indonesia.
Di tengah banyaknya organisasi mahasiswa yang mulai kehilangan arah perjuangan, GMKI dituntut tidak sekadar berbicara tentang pembaharuan, tetapi membuktikannya melalui kerja nyata dan keberpihakan kepada rakyat. (MIM-MDO)






