
MALUKU INDOMEDIA.COM, AMBON– Museum bukan sekadar tempat menyimpan benda-benda bersejarah. Di balik setiap koleksi, tersimpan pengetahuan, identitas, dan jutaan cerita tentang perjalanan peradaban yang perlu dikenal serta diwariskan kepada generasi muda.
Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan sosialisasi Museum Siwalima Provinsi Maluku yang berlangsung di SMA Negeri 8 Ambon, Jumat (30/10/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan fungsi dan peran museum kepada lingkungan pendidikan, sekaligus membangun ketertarikan pelajar untuk mengenal lebih dekat kekayaan sejarah, seni, dan budaya Maluku.
Kegiatan tersebut berlangsung dalam lingkungan pendidikan SMA Negeri 8 Ambon yang dipimpin Kepala Sekolah, Ibu Martha Waas, S.Sos., M.Pd., serta melibatkan pihak Museum Siwalima melalui Kepala Seksi Layanan Permuseuman, Bapak Ronaldo Matitaputty, S.Pd.
Suasana sosialisasi berlangsung interaktif. Guru dan siswa tidak hanya menyimak materi, tetapi juga menyampaikan pandangan, usulan, serta pertanyaan seputar keberadaan dan fungsi museum.
GURU USULKAN LOMBA KARYA ILMIAH ANTARSEKOLAH
Salah satu guru yang mengikuti kegiatan tersebut mengusulkan agar Museum Siwalima pada tahun-tahun mendatang dapat menyelenggarakan lomba penulisan karya ilmiah antarsekolah.
Usulan ini dinilai penting untuk mendorong pelajar memanfaatkan koleksi museum sebagai sumber referensi dan bahan penelitian.
Berbagai koleksi museum, mulai dari benda bersejarah, replika, topeng tradisional hingga karya seni rupa, memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi bahan pembelajaran dan penelitian ilmiah.
Melalui kunjungan langsung ke museum, siswa dapat melakukan pengamatan, menggali informasi, serta memahami nilai sejarah dan budaya yang terkandung dalam setiap koleksi.
Menurutnya, pengalaman belajar semacam ini akan lebih menarik karena siswa tidak hanya membaca sejarah dari buku, tetapi dapat melihat secara langsung peninggalan dan kekayaan budaya daerahnya.
Ia berharap gagasan tersebut dapat dipertimbangkan dan diwujudkan melalui program kegiatan Museum Siwalima pada tahun-tahun mendatang.

SISWA PERTANYAKAN PERBEDAAN MUSEUM SIWALIMA DAN MUSEUM DI JAKARTA
Interaksi menarik lainnya datang dari salah satu siswa yang mengajukan pertanyaan mengenai perbedaan Museum Siwalima di Maluku dengan museum yang berada di Jakarta.
Pertanyaan tersebut memperlihatkan rasa ingin tahu pelajar terhadap karakter, koleksi, dan kekhasan museum di berbagai daerah.
Hal ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkenalkan bahwa setiap museum memiliki latar belakang, karakter koleksi, serta kekayaan sejarah dan budaya yang berbeda sesuai dengan wilayah dan masyarakat yang diwakilinya.
Museum Siwalima memiliki peran penting dalam mendokumentasikan, merawat, dan memperkenalkan warisan sejarah serta kebudayaan Maluku kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
MUSEUM DAN SEKOLAH PERLU MEMBANGUN KOLABORASI
Kegiatan sosialisasi ini menegaskan pentingnya menjadikan museum sebagai bagian dari proses pembelajaran di sekolah.
Kolaborasi antara Museum Siwalima dan lembaga pendidikan dapat dikembangkan melalui kunjungan edukatif, penelitian pelajar, lomba karya ilmiah, hingga berbagai kegiatan kreatif yang mendorong generasi muda mengenal identitas daerahnya.
Sejalan dengan tema kegiatan tahun 2026, “1951: Langkah Museum ke Museum, Jutaan Cerita Terungkap”, museum diharapkan semakin dikenal sebagai ruang edukasi yang hidup, bukan sekadar tempat penyimpanan benda-benda bersejarah.
Sebab, kekayaan sejarah dan budaya Maluku tidak boleh berhenti hanya sebagai pajangan. Generasi muda harus diberikan kesempatan untuk mengenal, meneliti, memahami, dan menjaga warisan tersebut.
Melalui sosialisasi di SMA Negeri 8 Ambon, Museum Siwalima diharapkan semakin dekat dengan dunia pendidikan dan mampu menumbuhkan kesadaran bahwa pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama. (MIM-MDO)







