
MALUKU INDOMEDIA.COM, AMBON– Kalwedo-Kidabela Marine Club (KKMC) mengajak para pelaut asal Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar untuk mempersiapkan diri menghadapi peluang kerja di sektor maritim dan offshore seiring pengembangan Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela.
Melalui pembentukan basis data (database) pelaut profesional, KKMC membuka kesempatan bagi putra-putri daerah yang memiliki kompetensi, sertifikasi pelaut, dan pengalaman kerja di kapal untuk bergabung sebagai bagian dari penguatan sumber daya manusia (SDM) maritim asal Maluku.
Wakil Ketua Kalwedo-Kidabela Marine Club (KKMC), Thomas R. F. Nivaan, mengatakan organisasi yang dipimpinnya hadir sebagai wadah untuk menghimpun sekaligus mempersiapkan pelaut lokal agar mampu bersaing dalam industri maritim nasional maupun internasional.
“Blok Masela merupakan peluang emas bagi masyarakat Maluku. Karena itu kami mengajak seluruh pelaut, khususnya dari Maluku Barat Daya dan Kepulauan Tanimbar, untuk melengkapi sertifikasi, meningkatkan kompetensi, dan bergabung bersama KKMC. Tujuannya agar tenaga kerja lokal mendapat kesempatan yang layak dan tidak kalah bersaing dengan tenaga kerja dari luar daerah,” ujar Thomas kepada MalukuIndomedia.com, Sabtu (1/8/2026).
Menurut Thomas, kebutuhan tenaga kerja pada industri offshore nantinya tidak hanya terbatas pada satu bidang, tetapi mencakup berbagai profesi, seperti Anchor Handling Tug Supply (AHTS), Platform Supply Vessel (PSV), Drilling Ship, hingga berbagai pekerjaan pendukung operasi pengeboran minyak dan gas di lepas pantai.
Ia menegaskan, pelaut yang ingin berkarier di sektor tersebut harus memiliki sertifikat kompetensi yang masih berlaku, pengalaman kerja, disiplin, serta etos kerja yang tinggi agar mampu memenuhi standar industri.
“Kami ingin memastikan pelaut asal Maluku tidak hanya menjadi penonton ketika proyek-proyek besar hadir di daerah sendiri. Melalui KKMC, kami membangun database pelaut profesional agar perusahaan dapat melihat bahwa SDM lokal memiliki kompetensi, pengalaman, dan siap bekerja sesuai standar industri,” tegasnya.
Selain menjadi wadah berhimpun, Thomas menjelaskan, KKMC juga berupaya membuka akses informasi terkait peluang kerja, pelatihan, dan pengembangan kompetensi bagi anggotanya sehingga lebih siap menghadapi kebutuhan industri maritim yang terus berkembang.
Ia berharap pemerintah daerah, perusahaan migas, serta seluruh pemangku kepentingan memberikan perhatian serius terhadap pemberdayaan tenaga kerja lokal agar manfaat investasi besar seperti Blok Masela benar-benar dirasakan oleh masyarakat Maluku.
“Investasi harus membawa dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Putra-putri daerah harus diberikan kesempatan untuk berkontribusi sesuai kompetensinya. Dengan persiapan yang matang, kami optimistis pelaut Maluku mampu bersaing dan menjadi bagian penting dalam pembangunan sektor maritim nasional,” tutup Thomas.
KKMC mengimbau para pelaut yang memenuhi kualifikasi untuk segera bergabung dengan mengirimkan curriculum vitae (CV) guna masuk dalam database organisasi.
Langkah tersebut
diharapkan menjadi pintu masuk bagi SDM maritim asal Maluku untuk memperoleh akses yang lebih luas terhadap peluang kerja di proyek-proyek strategis, termasuk pengembangan Blok Masela. (MIM-MDO)






