
MALUKU INDOMEDIA.COM. DOBO– Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru resmi melepas Kafilah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI untuk mengikuti ajang tingkat Provinsi Maluku Tahun 2026. Pelepasan dilakukan oleh Wakil Bupati Kepulauan Aru, Drs. Mohammad Djumpa, M.Si, mewakili Bupati Kepulauan Aru, di Gedung BPKAD Kabupaten Kepulauan Aru, Senin (15/6/2026).
Momentum pelepasan ini tidak sekadar menjadi seremoni keberangkatan peserta lomba. Lebih dari itu, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru menegaskan komitmennya dalam membangun generasi Qurani yang mampu menjadi teladan moral, spiritual, dan sosial di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Wakil Bupati, ditegaskan bahwa MTQ bukan hanya arena perebutan prestasi, melainkan wadah pembinaan karakter dan penguatan nilai-nilai keagamaan yang harus terus hidup dalam kehidupan masyarakat.
“Keikutsertaan Kafilah Kabupaten Kepulauan Aru memiliki makna strategis, bukan hanya untuk mengharumkan nama daerah, tetapi juga sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman, penghayatan, dan pengamalan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Wakil Bupati.
Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti MTQ memiliki peran penting dalam memperkuat fondasi moral masyarakat sekaligus menjaga semangat toleransi dan kebersamaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Aru Kirim 55 Orang Kafilah
Ketua Rombongan Kafilah MTQ Kabupaten Kepulauan Aru yang juga Ketua LPTQ Kabupaten Kepulauan Aru, Armand Walay, S.Pi., M.Ec.Dev, dalam laporannya menjelaskan bahwa Kabupaten Kepulauan Aru akan mengirimkan sebanyak 55 orang yang terdiri dari unsur pimpinan kafilah, pengurus LPTQ, peserta, pelatih, pendamping, admin, tim multimedia, dan tim kesehatan.
Kafilah tersebut akan bertanding pada enam cabang utama yang diperlombakan dalam MTQ XXXI Tingkat
Provinsi Maluku, yakni:
Seni Baca Al-Qur’an
Qira’at Al-Qur’an
Hafalan Al-Qur’an
Fahmil Al-Qur’an
Syarhil Al-Qur’an
Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an
Armand menyebutkan bahwa seluruh peserta telah melalui proses pembinaan dan seleksi yang panjang sehingga diharapkan mampu tampil maksimal membawa nama baik Kabupaten Kepulauan Aru.
Lebih dari Sekadar Perlombaan
Menariknya, pesan yang mengemuka dalam acara pelepasan bukan hanya soal target juara. Pemerintah daerah menekankan pentingnya menjadikan MTQ sebagai instrumen pembinaan generasi muda yang berakhlak, berilmu, dan mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.
Di saat berbagai tantangan sosial terus mengintai generasi muda, investasi terhadap pendidikan keagamaan dinilai menjadi salah satu langkah strategis yang harus terus diperkuat. Karena itu, keberhasilan MTQ tidak semata diukur dari jumlah medali yang diraih, tetapi juga sejauh mana nilai-nilai Al-Qur’an mampu diimplementasikan dalam kehidupan masyarakat.
Dengan mengusung motto “Dari Bumi Jargaria Menebar Cahaya Al-Qur’an, Meraih Prestasi Berakhlak dan Menginspirasi”, Kafilah Kabupaten Kepulauan Aru dijadwalkan bertolak menuju Kota Ambon pada 19 Juni 2026 menggunakan KM Labobar.
Dukungan Luas Masyarakat
Acara pelepasan turut dihadiri berbagai unsur pemerintah daerah, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, pimpinan OPD, Kementerian Agama, MUI, NU, Muhammadiyah, para kepala sekolah, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, hingga orang tua peserta.
Kehadiran berbagai elemen tersebut menunjukkan bahwa keberangkatan Kafilah MTQ bukan sekadar agenda pemerintah, melainkan menjadi harapan bersama masyarakat Kepulauan Aru untuk menghadirkan prestasi sekaligus memperkuat syiar Islam di daerah berjuluk Bumi Jargaria itu.
Maluku Indomedia menilai, tantangan terbesar para peserta bukan hanya menaklukkan arena perlombaan, tetapi juga membawa pulang nilai-nilai yang dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Aru. Sebab, prestasi yang sesungguhnya adalah ketika cahaya Al-Qur’an tidak hanya terdengar di panggung MTQ, tetapi hidup dalam perilaku masyarakat sehari-hari. (MIM-REDAKSI)





