
MALUKU INDOMEDIA.COM. AMBON– Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru terus mengakselerasi program penanaman 10 juta pohon kelapa sebagai strategi membangun ekonomi rakyat berbasis potensi lokal. Program yang digagas Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, ini diproyeksikan menjadi investasi jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat hingga generasi mendatang.
Menurut Timotius Kaidel, pembangunan sektor perkebunan kelapa tidak hanya berorientasi pada hasil saat ini, tetapi menjadi fondasi ekonomi berkelanjutan dalam lima tahun ke depan.
“Lima tahun ke depan kita harus bangkitkan 10 juta pohon kelapa. Ini dikembangkan oleh petani dan masyarakat adat kita. Menurut saya, program ini sangat bermanfaat karena nantinya masyarakat dari 117 desa akan menikmati hasilnya,” ujar Kaidel.
Program tersebut mulai dijalankan di berbagai desa. Salah satunya Desa Kwarbola, Kecamatan Aru Tengah, yang telah menerima ribuan bibit kelapa untuk ditanam oleh masyarakat.
Kepala Desa Kwarbola, Daud Risal Mangar, mengatakan setiap kepala keluarga memperoleh sekitar 30 bibit kelapa.
Namun, jumlah yang ditanam masyarakat bahkan melebihi alokasi tersebut karena tingginya antusiasme warga.
“Setiap kepala keluarga mendapat sekitar 30 pohon kelapa. Tetapi pelaksanaannya di desa kami lebih dari itu karena masyarakat melihat manfaatnya untuk masa depan,” katanya.
Ia menjelaskan, manfaat ekonomi dari kelapa tidak hanya berasal dari penjualan kopra, tetapi juga dari pengolahan menjadi minyak kelapa yang dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga.
“Selain menjual kopra, isi kelapa bisa diolah menjadi minyak. Ke depan warga tidak perlu lagi membeli minyak di toko karena bisa memproduksi sendiri,” ujarnya.
Menurut Daud, pohon kelapa merupakan investasi jangka panjang yang dapat menghasilkan manfaat selama puluhan tahun.
“Pohon kelapa ini bukan hanya untuk satu atau dua tahun, tetapi bisa memberikan manfaat sampai puluhan tahun. Karena itu mari kita jaga tanaman ini agar tidak dirusak, sehingga kehidupan masyarakat ke depan menjadi lebih baik,” ajaknya.
Program 10 juta pohon kelapa dinilai menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru dalam memperkuat ketahanan ekonomi desa, mendorong hilirisasi produk kelapa, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat berbasis sumber daya lokal.
Jika pelaksanaannya konsisten dan dibarengi pendampingan, pengolahan hasil, serta akses pasar yang memadai, program ini berpotensi mengubah wajah ekonomi Kepulauan Aru dari sekadar penghasil bahan baku menjadi sentra industri kelapa bernilai tambah.
Tantangan berikutnya adalah memastikan distribusi bibit, pemeliharaan, dan pemasaran hasil benar-benar berjalan efektif agar target besar tersebut tidak berhenti sebagai slogan, melainkan menjadi warisan ekonomi yang nyata bagi anak cucu Aru. (MIM-REDAKSI)







