
MALUKU INDOMEDIA.COM, DOBO— Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian sosial menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Wakil Bupati Kepulauan Aru, Drs. Mohamad Djumpa, secara simbolis menyerahkan enam ekor hewan kurban kepada Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Kepulauan Aru, Selasa (26/5/2026).
Penyerahan yang berlangsung di depan mushola Kantor Bupati Aru itu bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Momentum tersebut menjadi penegasan bahwa pemerintah daerah hadir dalam menjaga harmoni sosial dan kehidupan keagamaan masyarakat di Bumi Jargaria.
Enam hewan kurban yang diserahkan terdiri dari dua ekor sapi bantuan Presiden RI Prabowo Subianto, dua ekor sapi dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru, satu ekor sapi dari Bank Maluku dan Maluku Utara Cabang Dobo, serta satu ekor kambing dari seorang dermawan.
Dalam sambutannya, Mohamad Djumpa menegaskan bahwa Idul Adha mengandung pesan besar tentang keikhlasan, pengorbanan, dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.
“Idul Adha bukan hanya tentang penyembelihan hewan kurban, tetapi bagaimana nilai pengorbanan dan kepedulian itu benar-benar hadir dalam kehidupan sosial masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap hewan kurban yang disalurkan dapat didistribusikan secara adil dan tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan, sehingga semangat berbagi benar-benar dirasakan oleh warga.
Di tengah tekanan ekonomi yang masih dirasakan sebagian masyarakat, langkah kolaboratif antara pemerintah, lembaga perbankan, dan masyarakat dinilai menjadi pesan penting bahwa solidaritas sosial tidak boleh berhenti pada seremoni semata.
Ketua PHBI Kabupaten Kepulauan Aru turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru atas konsistensi dukungan setiap tahun menjelang Idul Adha. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi bukti nyata perhatian pemerintah terhadap kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat.
Kegiatan penyerahan hewan kurban berlangsung penuh kebersamaan dan dihadiri sejumlah pejabat daerah, pengurus PHBI, serta tokoh masyarakat setempat.
Di tengah dinamika sosial yang terus berkembang, semangat berbagi seperti ini menjadi pengingat bahwa nilai kemanusiaan dan gotong royong tetap menjadi fondasi penting dalam menjaga persatuan masyarakat Aru. (MIM-REDAKSI)






