
MALUKU INDOMEDIA.COM. AMBON– Di tengah duka yang masih menyelimuti keluarga Ardi Mochtar, secercah harapan mulai hadir. Pemerintah Negeri Batumerah menunjukkan kepedulian nyata dengan menyerahkan bantuan material bangunan kepada korban kebakaran yang terjadi di Lorong Putri, RT 05/RW 019, Negeri Batumerah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.
Musibah yang terjadi pada 16 Juni 2026 itu diduga dipicu oleh korsleting listrik dan menghanguskan seluruh bangunan rumah milik Ardi Mochtar. Dalam hitungan menit, rumah yang selama ini menjadi tempat berlindung bagi Ardi, istrinya Wa Nia, serta dua anak mereka, rata dengan tanah akibat amukan si jago merah.
Tidak hanya kehilangan tempat tinggal, keluarga tersebut juga kehilangan seluruh harta benda dan kebutuhan pokok yang berada di dalam rumah. Saat ini mereka terpaksa mengungsi di kediaman keluarga di kawasan Waeheru sambil menunggu proses pembangunan kembali rumah mereka.
Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Negeri Batumerah bergerak cepat dengan menyalurkan bantuan berupa pasir, batu bata, semen, dan besi sebagai modal awal pembangunan rumah korban.
Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh perwakilan Pemerintah Negeri Batumerah dan diterima oleh Ketua RT 05/RW 019 Rustam Rumaratu, Sekretaris RT Hasan Pelu, serta korban kebakaran Ardi Mochtar.
Perwakilan Pemerintah Negeri Batumerah, Emang, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap warga yang sedang mengalami musibah.
“Kami sangat prihatin atas peristiwa yang menimpa keluarga Pak Ardi. Semoga bantuan ini dapat membantu mempercepat pembangunan rumah mereka sehingga keluarga bisa kembali memiliki tempat tinggal yang layak. Ini adalah bentuk tanggung jawab sosial dan kepedulian kami kepada warga yang membutuhkan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua RT 05/RW 019 Rustam Rumaratu menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Negeri Batumerah yang dinilai responsif dalam membantu warganya.
“Kami mewakili seluruh warga Lorong Putri mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Negeri Batumerah yang telah menunjukkan kepedulian dan merespons cepat kebutuhan korban. Bantuan ini sangat berarti bagi keluarga yang sedang berjuang bangkit dari musibah,” kata Rustam.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus memberikan dukungan kepada keluarga korban, baik dalam bentuk bantuan material maupun dukungan moral.
Menurutnya, cobaan yang dialami keluarga Ardi bukan hanya soal kehilangan bangunan rumah, tetapi juga kehilangan seluruh kebutuhan hidup yang selama ini mereka miliki.
Di sisi lain, peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat yang tinggal di kawasan padat penduduk untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama yang disebabkan oleh instalasi listrik yang tidak layak atau sudah berusia tua.
Musibah memang tidak pernah memilih waktu untuk datang. Namun di balik peristiwa yang menyakitkan itu, solidaritas dan gotong royong masyarakat Batumerah kembali menunjukkan bahwa ketika satu warga tertimpa musibah, seluruh komunitas turut hadir untuk membantu mereka bangkit kembali. (MIM-CN)







