
MALUKU INDOMEDIA.COM, KAIRATU— Semangat pasca Hari Raya Idul Fitri tidak hanya dimaknai sebagai tradisi saling memaafkan, tetapi ditransformasikan menjadi gerakan kolektif membangun daerah. Hal ini tercermin dalam kegiatan Halal Bihalal dan Dialog Publik yang digelar Forum Komunikasi Pemuda Maluku Seram Bagian Barat (FKPM-SBB), Sabtu (11/4/2026), di Aula Desa Waemital, Kecamatan Kairatu.
Mengusung tema “Sinergi Bersama Membangun Daerah Saka Mese Nusa”, kegiatan ini menjadi ruang strategis yang mempertemukan pemuda, tokoh masyarakat, dan pemangku kepentingan untuk membedah persoalan daerah secara terbuka dan kritis.
Hadir dalam forum tersebut sejumlah tokoh penting, di antaranya Anggota DPRD Provinsi Maluku Hi. La Nyong, Ketua DPRD SBB Andreas H. Kolly, Anggota DPRD SBB Asrul Sanif Kaisuku, mantan Sekda SBB Mansur Tuharea, serta tokoh pemuda Ahmad Ibra Lussy, bersama perwakilan Pemerintah Daerah SBB.
Koordinator kegiatan, Moses Seriholo, menegaskan bahwa Halal Bihalal harus menjadi momentum kebangkitan kesadaran kolektif, bukan sekadar seremoni tahunan.
“Silaturahmi tidak boleh berhenti pada formalitas. Harus ada tindak lanjut nyata. Daerah ini butuh kolaborasi, bukan sekadar wacana,” tegasnya dengan nada kritis.
Dialog publik berlangsung dinamis dan tajam. Sejumlah isu strategis mencuat, mulai dari tingginya angka kemiskinan, keterbatasan infrastruktur dasar, hingga lemahnya koordinasi antar stakeholder yang dinilai menjadi akar stagnasi pembangunan di Seram Bagian Barat.
Sorotan keras juga diarahkan pada minimnya sinergi lintas sektor yang selama ini terkesan berjalan sendiri-sendiri tanpa arah pembangunan yang terintegrasi. Forum ini bahkan menjadi panggung kritik terbuka terhadap pola komunikasi pemerintah dan lembaga terkait yang dinilai belum menyentuh kebutuhan riil masyarakat.
Di sisi lain, peran pemuda menjadi perhatian utama. FKPM-SBB menekankan bahwa generasi muda tidak boleh hanya menjadi penonton dalam dinamika pembangunan daerah.
Pemuda, menurut peserta forum, harus tampil sebagai agen perubahan—berani bersuara, menawarkan solusi, serta aktif mengawal kebijakan publik agar tetap berpihak pada rakyat.
Kegiatan ini tidak berhenti pada diskusi. Ada dorongan kuat untuk melahirkan komitmen bersama dalam membangun sinergi yang lebih solid, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.
Dengan semangat Saka Mese Nusa, forum ini diharapkan menjadi titik Forum ini akan menjadi wadah bagi berbagai pemangku kepentingan untuk bersinergi, berbagi ide, dan merumuskan langkah strategis dalam menghadapi tantangan pembangunan. Dengan kolaborasi yang kuat, diharapkan tercipta inovasi yang relevan dan berkelanjutan, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Selain itu, komitmen bersama untuk mengimplementasikan rencana kerja yang jelas akan mempercepat pencapaian tujuan pembangunan yang diharapkan. balik lahirnya energi baru dalam pembangunan daerah—energi yang tidak hanya berhenti pada narasi, tetapi diwujudkan dalam aksi nyata dan berkelanjutan.
“Dari silaturahmi, lahir sinergi. Dari sinergi, terwujud pembangunan daerah.. (MIM-MDO)







