
MALUKU INDOMEDIA.COM, MASOHI— Warga Negeri Haruru, Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah, digemparkan dengan penemuan sesosok mayat pria di lahan kebun warga di Dusun Aurane RT 07, Selasa (6/10/2026) sekitar pukul 12.00 WIT.
Korban diketahui bernama Dono Ali (31), warga RT 19 Kampung Baru, Negeri Haruru. Korban beragama Islam dan berdasarkan laporan kepolisian tercatat belum bekerja.
Jenazah ditemukan dalam kondisi sudah membusuk dan diperkirakan telah meninggal dunia sekitar satu bulan.
Ditemukan Saat Warga Mengolah Kopra
Penemuan bermula ketika dua petani, Albert Patty (57) dan Frangky Sinanu (30), sedang mengolah kelapa untuk kopra di kebun milik warga bernama Netty Saiya di Dusun Aurane.
Saat bekerja, keduanya mendengar anjing peliharaan mereka menggonggong terus-menerus.
Karena penasaran, keduanya kemudian mendatangi arah suara tersebut. Di lokasi, mereka mendapati sesosok mayat pria tergeletak tanpa mengenakan baju dan hanya menggunakan celana panjang training.
Frangky kemudian turun dari kebun menuju Negeri Haruru untuk melaporkan penemuan tersebut kepada Pemerintah Negeri Haruru dan pihak kepolisian.
Polisi Evakuasi Jenazah ke RSUD Masohi
Sekitar pukul 13.00 WIT, personel SPKT Shift I Polres Maluku Tengah bersama personel Polsek Amahai tiba di lokasi.
Petugas kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jenazah ke RSUD Masohi untuk pemeriksaan medis.
Pada pukul 14.30 WIT, dokter forensik RSUD Masohi melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah.
Hasil pemeriksaan menyebutkan korban diperkirakan telah meninggal dunia kurang lebih satu bulan. Pemeriksaan juga tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Kondisi jenazah telah mengalami pembusukan dan mengering
Keluarga Tolak Autopsi Lanjutan
Sekitar pukul 15.10 WIT, pihak keluarga korban mendatangi RSUD Masohi dan meminta jenazah dibawa pulang untuk disemayamkan.
Keluarga menyatakan menolak dilakukan autopsi lanjutan dan menerima kematian korban sebagai musibah.
Penolakan tersebut kemudian dituangkan dalam surat pernyataan
Kepolisian menyatakan telah melakukan sejumlah tindakan, mulai dari menerima laporan masyarakat, mendatangi TKP, meminta keterangan para saksi, mengevakuasi jenazah, membawa korban ke RSUD Masohi, hingga berkoordinasi dengan pihak keluarga.
Seluruh rangkaian kegiatan dilaporkan selesai sekitar pukul 15.20 WIT. Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di lokasi dilaporkan aman dan terkendali. (MIM-MDO)




