
MALUKU INDOMEDIA.COM, MBD– Misteri hilangnya kontak speedboat yang membawa 10 penumpang dari Desa Sinairusi, Pulau Dai, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), mulai terungkap. Berdasarkan laporan resmi yang diterima, speedboat tersebut ternyata mengalami kecelakaan laut dan terbalik di perairan antara Pulau Dai dan Pulau Babar.
Peristiwa nahas itu terjadi pada Jumat (12/6/2026) sekitar pukul 15.00 WIT saat speedboat berlayar dari Desa Sinairusi menuju Desa Tepa, Kecamatan Babar Barat.
Informasi yang dihimpun MalukuIndomedia.com menyebutkan, sejak keberangkatan sekitar pukul 07.00 WIT, cuaca di perairan tersebut dilaporkan kurang bersahabat. Ketika speedboat berada di antara perairan Pulau Dai dan Pulau Babar sekitar pukul 15.00 WIT, kapal yang ditumpangi para penumpang diduga dihantam cuaca buruk hingga terbalik dan tenggelam.
Dari 10 penumpang yang berada di atas speedboat, dua orang berhasil menyelamatkan diri dan mencapai daratan.
Mereka adalah:
Yakob Anamofa (22), selamat setelah berenang hingga mencapai Desa Sinairusi sekitar pukul 17.00 WIT dan langsung mendapatkan penanganan medis.
Ignasius Matrunkoly (42), berhasil mencapai Pantai Desa Sinairusi sekitar pukul 19.00 WIT dalam kondisi selamat.
Sementara itu, delapan penumpang lainnya hingga kini masih dalam pencarian, yaitu:
Anton Menahem (40), pengemudi speedboat.
Asael Daniel (72).
Yomima Waliana (36).
Regina Unawekla (33).
Enderfina Siaran (62).
Wulan Kelmury (35).
Yoksan Unwakoly (9).
Marcelo Unwakoly (4).
Laporan tersebut disampaikan oleh Kepala Desa Sinairusi kepada pihak berwenang.
Menindaklanjuti laporan tersebut, aparat kepolisian bersama unsur Forkopimcam Babar Barat, Syahbandar, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat langsung melakukan koordinasi pencarian.
Operasi pencarian sementara melibatkan KM Tifelin K, satu kapal nelayan, dan satu unit speedboat yang menyisir lokasi kejadian.
Peristiwa ini menyita perhatian masyarakat Maluku Barat Daya karena melibatkan anak-anak dan lansia yang hingga kini belum ditemukan. Kondisi cuaca yang tidak menentu di wilayah perairan selatan Maluku menjadi tantangan tersendiri bagi tim pencarian.
Kini harapan tertuju pada upaya pencarian yang terus dilakukan agar delapan korban yang masih hilang dapat segera ditemukan. (MIM-MDO)






