
MALUKU INDOMEDIA.COM, NAMLEA– Semangat kolaborasi lintas elemen kembali terlihat di Kabupaten Buru. Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Buru bersama Polsek Namlea dan Bhayangkari menggelar aksi berbagi takjil serta buka puasa bersama masyarakat di depan Mapolsek Namlea, Kecamatan Namlea, pada Ramadan 1447 H/2026 M.
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni tahunan. Di tengah dinamika sosial dan tantangan ekonomi masyarakat, aksi turun langsung ke jalan membagikan ratusan paket takjil menjadi simbol kehadiran nyata organisasi pemuda dan institusi kepolisian di ruang publik.
Pantauan Maluku Indomedia.com, paket takjil yang dibagikan berisi kurma, air mineral, roti, serta aneka makanan ringan. Sasaran utamanya adalah pengendara roda dua dan roda empat yang melintas serta warga sekitar yang tengah bersiap berbuka puasa, Sabtu (28/2/2026).
Ketua KNPI Kabupaten Buru Abdullah Umar menegaskan, Ramadan harus menjadi momentum konsolidasi moral dan sosial generasi muda. “Berbagi itu bukan soal besar kecilnya, tapi tentang kepedulian. Pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton. Kami harus hadir, memberi solusi, dan membangun kebersamaan,” tegasnya.
Di sisi lain, Kapolsek Namlea Iptu Charles Langitan menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pendekatan humanis Polri. Menurutnya, menjaga keamanan tidak cukup hanya dengan patroli dan penegakan hukum, tetapi juga dengan membangun kedekatan emosional bersama masyarakat.
“Kepercayaan publik lahir dari interaksi yang tulus. Ramadan menjadi ruang yang tepat untuk memperkuat hubungan itu. Polri hadir tidak hanya dalam situasi genting, tetapi juga dalam momen sosial seperti ini,” ujarnya.
Buka puasa bersama yang digelar usai pembagian takjil turut dihadiri sejumlah unsur pemerintah dan tokoh masyarakat. Suasana berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, mencerminkan harmoni antara pemuda, aparat, dan masyarakat.
Lebih dari sekadar kegiatan sosial, aksi ini menjadi pesan kuat bahwa sinergi adalah kunci membangun Buru. Di tengah tantangan zaman, kolaborasi seperti ini diharapkan tidak berhenti pada Ramadan, tetapi berlanjut dalam program nyata yang menyentuh kebutuhan rakyat.
Ramadan mengajarkan arti berbagi. KNPI, Polsek Namlea, dan Bhayangkari menunjukkan bahwa kepedulian bukan wacana, melainkan tindakan. Dan dari Namlea, pesan itu menggema: kebersamaan adalah fondasi Maluku yang lebih kuat. (MIM-MDO)






