
MALUKU INDOMEDIA.COM, AMBON— Keluhan pedagang di kawasan Pasar Mardika kembali mencuat dan kian tajam. Fasilitas Gedung Putih Mardika yang semula diharapkan menjadi solusi penataan pasar, kini justru disorot sebagai titik rawan pencurian dan minim rasa aman.
Sejumlah pedagang mengaku mengalami kerugian akibat hilangnya barang dagangan, meski telah menyewa lapak secara resmi. Ironisnya, fasilitas seperti kamera pengawas disebut tidak berfungsi optimal.
“Gedung bagus tidak ada gunanya kalau keamanan tidak dijaga. Barang kami hilang, kami yang rugi,” ungkap salah satu pedagang dengan nada kecewa.
Situasi ini diperparah dengan pergeseran aktivitas ekonomi ke pasar apung yang kini lebih ramai pembeli. Dampaknya, Gedung Putih kian sepi—menciptakan ruang yang dinilai rentan terhadap aksi pencurian dan premanisme.
Dalam video yang beredar luas, seorang pedagang secara terbuka mengeluhkan kondisi tersebut. Ia menilai lemahnya pengawasan membuat pelaku kejahatan leluasa beroperasi.
“Orang sudah pindah ke pasar apung. Di sini sepi, barang hilang. Padahal kami sudah bayar,” keluhnya.
Sepinya aktivitas bukan hanya berdampak pada keamanan, tetapi juga memukul pendapatan pedagang kecil. Banyak di antara mereka kini memilih kembali berjualan di luar gedung, meski berisiko ditertibkan, demi mencari pembeli.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius: apakah relokasi pedagang benar-benar solusi, atau justru menciptakan masalah baru?

Para pedagang mendesak Pemerintah Kota Ambon dan Pemerintah Provinsi Maluku untuk tidak tinggal diam. Mereka menuntut evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan Gedung Putih—mulai dari sistem keamanan, pengawasan, hingga penataan distribusi pedagang agar tidak terjadi ketimpangan antara pasar apung dan gedung utama.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak terkait. Namun tekanan publik terus menguat. Di tengah kondisi ekonomi yang tidak mudah, para pedagang kecil kini bukan hanya berjuang mencari nafkah—tetapi juga bertahan dari rasa tidak aman di tempat yang seharusnya melindungi mereka.
MalukuIndomedia.com akan terus mengawal persoalan ini. Karena pasar bukan sekadar tempat jual beli—tetapi denyut hidup masyarakat yang tak boleh dibiarkan melemah. (MIM-MDO)







