
MALUKU INDOMEDIA.COM, AMBON– Musibah kebakaran yang meludeskan satu unit rumah milik keluarga Ardi Mochtar di Lorong Putri Negeri, RT 05/RW 019 Batumerah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, menyisakan duka mendalam bagi korban. Peristiwa yang terjadi pada Selasa malam sekitar pukul 19.30 WIT itu diduga dipicu arus pendek listrik.
Rumah milik Ardi bersama sang istri, Wa Nia, serta dua anak mereka hangus terbakar tanpa menyisakan harta benda yang dapat diselamatkan. Kini keluarga tersebut terpaksa mengungsi dan bertahan di rumah kerabat mereka di kawasan Waeheru.
Di tengah kondisi sulit yang dialami korban, kepedulian datang dari Wakil Ketua Komisi II DPRD Maluku, Nita Bin Umar. Politisi perempuan itu turun langsung ke lokasi kebakaran dan menyerahkan bantuan berupa atap seng serta kayu ref guna membantu pembangunan kembali rumah korban.
Kehadiran Nita disambut haru oleh keluarga korban dan warga sekitar. Ia mengaku prihatin atas musibah yang menimpa keluarga Ardi dan berharap bantuan tersebut dapat sedikit meringankan beban mereka.
“Tidak ada satu orang pun yang menginginkan musibah seperti ini. Tapi ketika itu terjadi, katong semua harus hadir dan saling membantu. Beta datang bukan sekadar melihat, tapi ingin berbagi rasa dengan keluarga korban,” ujar Nita kepada wartawan, Kamis (28/5/2026).
Menurutnya, bantuan yang diberikan merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat kecil yang sedang tertimpa musibah. Ia menegaskan, semangat membantu rakyat harus diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan sekadar slogan politik.
“Tagline PAN itu bantu rakyat. Jadi bukan karena ada kebakaran baru katong datang. Ini bagian dari komitmen dan kerja nyata untuk selalu dekat dengan masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Babinkamtibmas Batumerah, Nadir Rahayaan, turut hadir mendampingi proses penyerahan bantuan. Ia selama ini dikenal aktif memantau kondisi keamanan dan sosial masyarakat di wilayah kerjanya, termasuk saat terjadi musibah kebakaran tersebut.
Warga sekitar berharap perhatian terhadap keluarga korban tidak berhenti sampai di sini. Pasalnya, selain kehilangan tempat tinggal, keluarga Ardi juga kehilangan seluruh kebutuhan pokok akibat amukan si jago merah.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat serius bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi korsleting listrik di lingkungan permukiman padat penduduk di Kota Ambon. (MIM-CN)






